Garam Masih Mahal, Pengusaha Telur Asin Tekor 30 Persen

GARUT, (GE).- Warga menilai harga garam masih mahal. Dampak mahalnya harga garam ini diakui sejumlah pengusaha telur asin di Kabupaten Garut. Mereka mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga 30 persen.

Marpuah (57), salah seorang pengusaha telur asin di Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, mengakui mahalnya harga garam ini berdampak pada usaha yang memang sangat tergantung dengan garam.

“Garam tentu sangat dibutuhkan pembuatan telur asin. Jadi mahalnya harga garam ini sangat bedampak pada usaha telur asin,” tukasnya.


Menurut pengakuannya, harga garam kasar saay ini mencapai Rp 7 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, hanya Rp 2 ribu per kilogram. Kenaikan harga garam seperti ini diakuinya baru pertama kali terjadi sejak dirinya menggeluti usaha telur asin.

” Harga garam mahal seperi ini, seingat saya, baru pertama kali terjadi,” katanya.

Diungkapkannya, dia memproduksi telur asin sampai 500 butir dalam seharinya. Tiap butirnya, telur asin tersebut dijualnya dengan harga Rp 2.500.

“Keuntungan dari satu butirnya, Rp 300. Sejak kenaikan harga garam, keuntungannya tekor Rp 30 persen,” tukasnya.

Dijelasnnya, untuk pembuatan 500 butir telur asin, dibutuhkan garam kasar sebanyak 5 kilogram per harinya. Dengan kenaikan garam ini tentunya memberatkan.

Namun demikian Marpuah menyebutkan, sampai saat ini dirinya tidak mengurangi jumlah produksi. Meski keuntungan yang diperolehnya tidak begitu besar, akan tetapi dia masih setia menggeluti usahanya tersebut. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI