Gara-gara Nunggak Kreditan, Mobil Ini Dirampas Paksa Sejumlah DC

ILUSTRASI

GARUT, (GE).- Sopian Fariz (35), Warga Kampung Sukaregang RT 1/14, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, baru-baru ini menjadi korban perampasan oleh sejumlah penagih bayaran (debt collector). Sopian harus gigit jari akibat Mobil Daihatsu Grand Max miliknya dirampas secara paksa oleh debt collector.

“Saya kira awalnya, nyerempet biasa. Setelah berhenti terus ada yang nyamperin dan buka pintu mobil, dan langsung ambil konci mobil,” tutur Sopian, usai laporan di Mapolres Garut, Jumat (11/8/17).

Atas kejadian tersebut Ia mewnyesalkan, seharusnya untuk menagih itu tidak perlu dengan cara-cara kasar, karena bisa diselesaikan dengan baik-baik.


“Enggak usah pakai debt colletor yang paksa-paksa ambil barang seperti itu. Dibicarakan saja baik-baik,” keluhnya.

Diakuinya, memang diirinya sudah beberapa bulan belum membayar kredit kendaraannya. Namun bukan menjadi alasan kendaraan miliknya bisa diambil secara paksa.

” Saya tidak terima karena cara mereka sangat kasar. Terus membahayakan pengguna jalan,” tukasnya.

Gara-gara aksi perampasan ini, Sopian mengaku rugi sekitar Rp 80 juta. Dirharapkannya kepolisian bisa bertindak tegas terhadap aksi perampasan kendaraan.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, membenarkan pihaknya telah menerima laporan perampasan kendaraan. “Ya, sudah kami terima laporannya. Nanti akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI