Gara-gara Menolak Cinta, Janda Muda Ini Tewas Mengenaskan Digorok Kakak Iparnya

KARANGPAWITAN, (GE).- Ega Priska (20), janda muda warga Kampung Babakan Pasantren, RT 2 RW 9, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu ini bernasib mengeaskan. Gara-gara menolak cinta sang kakak ipar, ia harus meregang nyawa setelah digorok secara brutal oleh ‘RS’ kakak iparnya sendiri.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP. Sugeng Heriyadi didampingi Kasubag Humas Polres Garut Ajun Komisaris Ridwan Tampubolon mengatakan, peristiwa naas yang menimpa korban berawal saat pelaku menolak untuk dicumbui. Pelaku berinisial RS alias Omen (25) sendiri merupakan mantan kakak ipranya yang ternyata diam-diam memendam cinta pada korban.

“Ya, Aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Selasa (10/5/2016) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah menusuk leher korban dengan pisau dan dipastikan korban meninggal, pelaku menyeret jasad korban ke rumpun bambu dan kemudian menutupinya dengan dedaunan,” ujar Sugeng, Kamis (12/5/2016).

Keeseokan harinya, tutur Sugeng, pelaku datang ke Mapolsek Cibatu untuk menyerahkan diri. Dia mengaku telah membunuh Ega dengan cara menusuk lehernya dengan sebilah pisau dan mayat korban disembunyikan di rumpun bambu.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, diketahui motif dari pembunuhan tersebut adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Selama ini pelaku ternyata diam-diam memendam rasa cinta terhadap korban yang merupakan mantan adik iparnya tersebut.

Kronologis kejadian berawal ketika pelaku dan korban bertemu di Kampung Babakan, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu. Saat itu korban tengah berjalan sendiri sedangkan pelaku mengendarai sepeda motor. Melihat korban berjalan sendiri, pelaku kemudian menghampirinya dan menawarkan jasa untuk mengantarnya. Korban yang tak curiga pada awalnya mau naik sepeda motor pelaku.

Namun ternyata saat itu pelaku bukannya mengantar korban pulang ke rumah akan tetapi malah mengajaknya bermain ke rumah temannya. Ajakan pelaku langsung ditolak oleh korban dan diapun kemudian meminta diturunkan dari motor dan memilih berjalan sendiri ke rumahnya.

Pelaku yang penasaran, memutusakan untuk membuntuti korban sambil terus membujuknya agar mau ikut dengannnya. Namun korban bersikukuh menolaknya dan tanpa mempedulikan ajakan pelaku, dia terus berjalan menuju rumahnya. Lama-lama sikap pelaku mulai kurang ajar karena dia sudah berani meraba-raba tubuh korban sehingga membuat korban kian kesal.

“Kemarahan korban pun kian menjadi saat pelaku tiba-tiba memeluk tubuhnya dan memaksa untuk menciuminya. Saat itu korban langsung menampar pipi pelaku sambil mengeluarkan kata cacian,” ungkap Sugeng.

Merasa tersinggung dengan sikap korban yang menolak keinginannya dan bahkan malah menamparnya, pelaku pun naik pitam. Dia langsung menghunus pisau berbentuk pistol yang selalu dibawanya ke manapun dan tanpa banyak pikir langsung menusukannya ke leher korban. Mendapat serangan seperti itu, korban langsung tersungkur dan pelaku sempat menindih tubuhnya sambil memegangi leher korban.

Menurut Sugeng, keesokan harinya korban memutuskan datang ke Mapolsek Cibatu untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya yang telah membunuh korban. Petugas pun langsung mengamankan pelaku dan kemudian mendatangi TKP tempat mayat korban sesuai pengakuan pelaku. Benar saja, di sana petugas mendapatkan sesosok mayat perempuan dengan luka tusuk di bagian lehernya.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 383 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Pelaku sebelumnya tidak merencanakan untuk membunuh korban karena aksi itu dilakukan secara spontan setelah korban menolak dicumbui dan malah menamparnya serta memaki dirinya,” kata Sugeng.( Tim GE)***