Gapokjin Selaawi Siap Pecahkan Rekor MURI Pembuatan Sangkar Burung Terbesar

GARUT, (GE).– Selama ini, warga Kecamatan Selawi terkenal sebagai penghasil kerajinan bambu, terutama sangkar burung yang sudah mendunia. Gabungan Kelompok Pengrajin (Gapokjin) Kecamatan Selaawi, sangat mendukung terhadap program pemerintah setempat. Sehingga tak heran, dalam menyambut momen milangkala Kecamatan yang ke-33 ini, Gapokjin menjadi bagian penting dari seluruh program dan rangkaian acara.

Salah satu peran penting Gapokjin dalam milangkala kali ini, ialah membuat sangkar burung terbesar, yang akan memecahkan rekor Muri. menurut salah seorang pembuat sangkar burung raksasa ini, Cecep Rukmana (41), tahapan pembuatan sangkar burung terbesar yang kini sudah berada di alun-alun Kecamatan, memakan 30 hari dalam pengerjaannya, dan di kerjakan oleh 20 orang pengrajin. Selain itu, sangkar yang tingginya mencapai 7 meter lebih dan menghabiskan 203 batang bambu yang di buat di Desa Mekarsari, sebelumnya di arak oleh Muspika dan warga Selaawi saat di pindahkan ke alun-alun Kecamatan, tutur Cecep.sangkar-burung

Ketika di tanya apakah sangkar raksasa ini akan di jual jika ada yang mau membelinya, sambil tersenyum, pengrajin yang mengaku sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pengrajin sangkar burung tersebut mengatakan akan menjualnya, asalkan harganya sepadan, apalagi klo jatuh di harga 300 juta, katanya.


Setelah berada di alun-alun Kecamatan, sangkar raksasa tersebut menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran. saat ini, perangkaian sangkar sudah dalam tahap pemasangan baki-baki dan mahkota swrta bagian atas sangkar. Disamping tahapan pembuatañ yang cukup lama, dalam tahap perangkaiannyapun bisa di bilang rumit. Yang penting, saat nanti pembukaan Festival Selaawi, sangkar ini sudah siap di pamerkan, pungkasnya.

Camat Selaawi, Ridwan Effendi, sangat bangga akan hasil kerja keras Gapokjin selama ini. Dengan adanya sangkar burung terbesar yang akan menjadi catatan sejarah dan memecahkan rekor muri tersebut. Ridwan yang di wawancarai di alun-alun Kecamatan, Kamis,(8/12/2016) menambahkan, hal itu merupakan salah satu upaya penguatan khususnya bagi pengrajin bambu di Selaawi, yang akan menjadikan pemersatu diantara para pengrajin itu sendiri. Yang tak kalah penting di ajang Festival selaawi itu, bisa di jadikan ajang promosi dan pembuktian jika pengrajin bambu Selaawi, mempunyai potensi yang sangat besar, dan harus terus di kembangkan, pungkasnya.

Kini semua warga di kecamatan Selaawi, menantikan hari di bukanya festival Selaawi, yang rencananya akan di hadiri oleh para pejabat penting. Antusias warga tersebut bisa di bilang wajar, karena kegiatan yang cukup besar itu, salah satu kegiatan yang baru bagi warga. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI