Galian Pasir di Tutugan Leles Membahayakan, BPBD Garut: Ancaman Longsor Tidak Dapat Diprediksi

Kondisi galian pasir di kawasan Leuweung Tiis, betulan Jalan Tutugan Leles, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut./ foto: ISTIMEWA.***

GARUT,(GE).- Terkait area penggalian pasir di kawasan Tutugan Leles, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menegaskan, di kawasan tersebut rawan terjadi bencana longsor.

Dengan kondisi galian pasir tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Djakaria menghimbau masyarakat maupun pekerja harus meningkatkan kewaspadaan akan ancaman bahaya longsor.

“Memang di sana (galian pasir Tutugan Leles/red.) mebahayakan,” ujar Dadi, dihadapan sejumlah awaak media usai peresmian Rumah Susun Margawati, Kecamatan Garut Kota, Rabu (08/08/2018).


Ditegaskannya, di sejumlah wilayah Kabupaten Garut tercatat memiliki banyak ancaman bencana alam, di antaranya pergerakan tanah atau longsor sehingga perlu diwaspadai potensi ancaman bahayanya.

“Salah satunya, ya lokasi penambangan pasir juga bisa berbahaya jika dalam pengerjaannya tidak hati-hati atau tidak mengedepankan keselamatan saat bekerja. Perlu kehati-hatian, sekaligus imbauan kepada pengusaha, senantiasa jaminan keselamatan para pekerja,” ungkapnya.

Dadi menghimbau, masyarakat yang berada di lokasi rawan longsor sebaiknya menghindar karena ancaman longsor tidak dapat diprediksi.

“Namanya longsoran, pergerakan tanah tidak bisa diprediksi, meskipun ada alat pendeteksi, tapi tetap harus waspada,” katanya.

Sementara itu, terkait ada bencana longsor di lokasi galian pasir Tutugan Leles, Dadi mengaku belum mendapatkan laporannya. “Akan telusuri, nanti akan kita cek, belum ada laporan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang sopir truk warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, dikabarkan tewas tertimpa batu akibat longsoran pasir di lokasi penambangan pasir Tutugan Leles, Selasa (7/8) dini hari. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI