Galang Dana untuk Korban Banjir, Mahasiswa STIE Harapkan Pemkab Serius Kelola Sungai Cimanuk

TARKID,(GE).- Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana gelar aksi peduli bencana banjir Garut dengan menggalang dana di jalan Otista No. 279 Tarogong, Kabupaten Garut.

Koordinator penggalangan dana, Zafar Siddiq mengatakan bahwa kegiatan peduli bencana ini ditujukan untuk membantu korban bencana banjir luapan sungai Cimanuk selasa malam lalu.
Dia menjelaskan, penggalangan dana dilakukan dengan mengumpulkan dana dan mengumpulkan logistik berupa pakaian, alat mandi dan alat tidur.

“Kami juga mewajibkan kepada seluruh mahasiswa STIE Yasa Anggana untuk ikut membantu dengan cara memberi dana atau pakaian”ujarnya.


Zafar juga menambahkan, seluruh mahasiswa STIE Yasa Anggana terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama fokus membersihkan sarana Kampus yang juga terkena dampak banjir. Kemudian sebagian mahasiswa lainya fokus menggalang dana.

“Nanti seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh jawa barat, akan berpusat mengumpulkan dana di Kampus STIE Yasa Anggana Garut, kami sedang berkoordinasi dengan seluruh mahasiswa se-Jawa Barat”. Tandasnya.

Sementara itu Ketua Pecinta Alam Himalaya STIE, Agus Ridwan menjelaskan, penggalangan dana ini direncanakan sampai satu pekan.  Dana serta logistik yang terkumpul akan disalurkan melalui BPBD Garut atau disalurkan langsung kepada korban.

Dengan kondisi alam di Garut yang rentan bencana, Pecinta Alam Himalaya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih cinta terhadap alam,menjaga kebersihan sungai dan pemerintah kedepannyaharus lebih teliti, dan mengkaji bila mana ingin mendatangkan investor asing maupun nasional ke Kabupaten Garut.

“Pokokna mah kudu pro ka lingkungan,” ujar pemuda yang biasa dipanggil Gedeg tersebut.

Agus menambahkan, pemerintah saat ini belum bisa menanggulangi sampah di setiap kecamatan se Kabupaten Garut dampaknya sampah-sampah terbengkalai.

“Bencana hanya Allah yang tahu, dan pemerintah harus dalam pengelolaan Sungai Cimanuk, kemudian masyarakat harus sadar dalam menjaga kebersihan sungaiagar bencana alam ini tidak terlulang lagi dimasa yang akan datang, dan mudah-mudahan banyak hikmahnya”. Ujar Agus saat ditemui “GE” , Kamis (22/09/2016) (Sidqi Al Ghifari)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI