Gaji Pelaku Korupsi DAK Disdik Garut Resmi Dihentikan

SALAH seorang pejabat disdik saat diseret ke mobil tahanan oleh Kejaksaan Negeri Garut.*

GARUT, (GE).- Sempat ramai jadi perbincangan banyak kalangan akhirnya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tiga orang pejabat di Dinas Pendidikan Garut akhirnya resmi dihentikan. Ketiga PNS itu yakni H. Somantri, H. Mumu, dan Deni kini masih ditahan di rumah tahanan kelas II B Garut, Jalan Dewi Sartika sejak empat bulan lalu. Penghentian gaji ketiga PNS tersebut diungkapkan Kepala Disdik Garut, H. Mahmud, M.Pd.

Menurut Mahmud, penghentian gaji bagi ketiga mantan anak buahnya tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. Tidak hanya gaji pokoknya saja, berbagai tunjangan yang melekat pada jabatannya dulu sudah dihentikan.

“Penghentian gaji ini sudah sesuai dengan aturan. Penghentiannya pun langsung oleh pemerintah pusat,” kata Mahmud, Kamis (15/6/17).


Menurut Mahmud, penghentian gaji dan tujangan para tersangka korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) alat peraga ini karena mereka sudah tak bekerja lagi. Berdasarkan aturan, jika pegawai yang bersangkutan meninggalkan pekerjaannya secara otomatis haknya menerima gaji dan tunjangan harus dihentikan.

Namun menurut Mahmud, catatan ketiganya sebagai PNS masih ada. Pasalnya belum ada ketentuan hukum kepada ketiganya.

“Kalau masalah status PNS nya kita tunggu saja hasil ahir dari proses persidangan,” ucapnya.

Mahmud menyebut, sampai sekarang jabatan yang mereka pegang masih kosong dan belum ada penggantinya. Karena penggantian jabatan itu harus sesuai aturan di antaranya harus ada analisa kompetensi teknis dan analisa kompetensi manajerial.

“Pengisian jabatan tidak bisa dilakukan serta merta. Pasalnya ada prosedur yang harus ditempuh. Sekarang saja ada 5 jabatan kepala UPT dan 25 jabatan kepala sekolah yang masih kosong. Untuk mengisinya tentu ada prosedur yang harus ditempuh,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI