Wabup Garut : Usut Tuntas Pembalak Liar !

PEMKAB, (GE).- Pembalakan liar telah terjadi di beberapa hutan lindung yang ada di Kabupaten Garut. Bahkan dalam kasus ini, oknum DPRD dan oknum kepala desa ikut terlibat di dalamnya.

Diberitakan sebelumnya pembalakan liar di kawasan hutan lindung di Kampung Bunihayu, Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet belakangan ini mengemuka. Seorang aktivis lingkungan, Edi Avip, sengaja melakukan investigasi terkait kerusakan hutan di Garut Selatan.

Berdasarkan temuannya beberapa titik di perbatasan Pakenjeng-Cikelet dalam beberapa pekan terakhir ini ditemukan banyak tumpukan kayu olahan yang berjenis kayu kibanen. Aktivitas penebangan kayu di dalam kawasan hutan itu, tambah Edi Avip, tidak hanya mengancam lingkungan tapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Diungkapkannya, hampir setiap saat ada saja pengangkutan kayu dari dalam kawasan hutan. Aktivitas tersebut, kata Edi, sudah jelas-jelas hasil pembalakan liar. Namun aktivitas pembalakan tersebut tidak tersentuh hukum. Belakangan diketahui, jika pembalakan tersebut melibatkan oknum Kades setempat dan oknum anggota DPRD.

Sementara itu di tempat terpisah, Edi Avip selaku Aktifis lingkungan menyebutkan, pembalakan liar terletak di Desa Girimukti Kecamatan Cikelet meliputi Kp. Bunihayu, Cantayan dan Blok Cipicung bahkan ada nama anggota dewan dan kepala desa disebut-sebut terlibat dalam pusaran pembalakan hutan itu.

“Sejauh ini, dari pemantauan masyarakat setempat, di kawasan hutan tersebut terdapat pembuatan jalan sepanjang 3 km yang menghubungkan hutan blok Cipicung dari Cigalontang dengan memotong jalan hutan pinus. Di Blok Cipicung ini, nama anggota dewan tersebut memiliki tanah seluas sekitar 1 sampai 2 hektar yang ditanami pohon albasiah,” ujarnya.

Menurutnya, betapa tidak, pembukaan jalan sepanjang 3 km yang diduga kuat dikerjakan melalui relasi orang dekat anggota dewan itu menjadi peluang para cukong-cukong kayu untuk mengambil kayu dari kawasan perbatasan Pakenjeng-Cikelet tersebut. Pembangunan jalan itu pun ditenggarai tidak memiliki izin,” imbuhnya.

Namun sayangnya, saat akan dikonfirmasi, anggota DPRD yang bersangkutan sulit untuk ditemui. Tim “Garut Express” beberapa kali mendatangi kantornya yang bersangkutan tak pernah ada di tempat.

Pihak Pemkab Garut mengaku telah melaporkan kasus penebangan pohon secara illegal di wilayah Garut Selatan ke pihak Satgas Provinsi Jawa Barat. Pemkab mengklaim telah kroscek ke lapangan dan berkoordinasi dengan Dandim dan Kepolisian dan pihak terkait adanya perambahan hutan lindung.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menegaskan, pelaku pembalakan liar kawasan hutan lindung di wilayah Garut Selatan, harus diusut tuntas. Kepada pihak Satgas, dirinya mendesak untuk mengusut dan mencari pelaku perusakan hutan. Semua pihak yang terlibat dalam aksi penebangan hutan harus dijerat tanpa pandang bulu. Siapapun, termasuk kalau memang ada anggota dewan terlibat harus diusut.

Helmi mengaku, dirinya telah membeberkan persoalan pembalakan liar ke Satgas namun sejauh ini belum tahu tindaklanjut dari laporan tersebut. “Silahkan anda konfirmasi langung ke Satgas provinsi dan tolong tanyakan sudah sejauhmana tindaklanjut laporan dari Pemkab Garut,” kata dr. Helmi nampak serius.

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar atau yang akrab disapa Demiz menyebutkan hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada penegakan hukum agar kerusakan hutan tidak terus meluas dan menebar ancaman. Setiap kabupaten/kota dituntut untuk menegakan RDTR (rencana detail tata ruang).
“Jika memang ada oknum pejabat daerah yang terlibat libas saja. Saya akan segera intruksikan Satgas agar serius menangani kasus pembalakan liar di kawasan Garut Selatan,” katanya.(Syamsul)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN