Forum Honorer Jawa Barat Tuntut Pengupahan yang Layak

BANDUNG, (GE).- Ribuan anggota dan pengurus Forum Honorer se-Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Senin (31/10/3016). Mereka menuntut agar Pemprov Jabar mengeluarkan kebijakan pengupahan yang layak bagi guru dan pegawai honorer.

Koordinator aksi, Cecep Kurniadi mengatakan, peran guru dan pegawai honorer memiliki kewajiaban yang sama dengan PNS. Tetapi hak dan kesejahteraannya lebih buruk dari seorang kuli bangunan.

“Kami diperlakukan bagaikan anak tiri dinegerinya sendiri. Bahkan diperlakukan tidak manusiawi,” katanta.


Cecep melanjutkan, rata-rata penghasilan hinorer saat ini hanya Rp. 150 ribu Rp. 300 ribu tiap bulannya. Bahkan, penghasilan itu pun hanya diperoleh dalam tiga bulan sekali jika dana operasional sekolah dicairkan.

Aksi unjuk rasa forum honorer ini, diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Saat itu,  forum honorer melakukan audensi di ruang rapat Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman, mengaku akan memperjuangkan nasib dan tuntutan honorer. Menurutnya, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengusulkan Revisi terhadap rancangan peraturan Daerah (Perda)  tentang Pendidikan. Agar dalam rancangan Perda  tersebut dimasukkan tentang honorer.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pembentukan ( BP) Perda Yusuf Puadz dan anggota komisi V DPRD Jawa Barat KH. Habib Sarief Muhamad akan mendukung  para tenaga honorer  agar tuntutan mereka segera ditindak lanjuti. Ia berjanji akan secepatnya membahas bersama pemerintah Provinsi  tentang tuntutan tenaga honorer ini.  (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI