Fokus Group Discusion, Mewaspadai Campur Tangan Pihak Asing di Tahun Politik

SUASANA acara Fokus Group Discusion (FGD) di Hotel Sumber Alam, Cipanas, Garut, Jumat (20/06/18).***

GARUT,(GE).- UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu telah disahkan Pemerintah Republik Indonesia bersama-sama Dewan Perwaklan Rakyat (DPR). Undang undang tersebut akan digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pemilihan anggota Legislatif (Pleg) dan Pemiihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia tahun 2019.

Dalam menghadapi tahun politik 2018-2019 pemerintah dan masyarakat harus mewaspadai campur tangan pihak asing. Hal tersebut didampaikan Dr Ir H Abdusy Syakur Amin, MEng., selaku Rektor Uniga pada gelaran Fokus Group Discusion (FGD) di Hotel Sumber Alam, Cipanas, Garut, Jumat (20/06/18).

“Campur tangan pihak asing pada pilpers tahun depan tidak bisa dihindari,” ujar Abdsy Syakur.


Dikatakannya, pihak asing sangat berkepentingan dengan Persident terpilih pada periode mendatang, dikarenakan akan sangat berkaitan investasinya di Indonesia. ” Dinamika pilpers dan pileg ini akan sangat tinggi karena banyak yang berkepentingan,” tandasnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat “seksi,” dimana sumber daya alamnya, letak yang sangat stategis. Hal ini mengundang banyak pihak yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia.

“Staregi untuk menguasai Indonesia sangatlah banyak, diantaranya dengan menurunkan ideologi mereka. Dan ini yang akan berpotensi konlifik, dengan menggukanan foxy war,” tukasnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Garut, AKP Poniman SH, mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan agenda untuk mensukseskan pilpres. “Secara keseluruhan pilkada kemarin di setiap daerah aman dan konsdusif,” katanya.

Dalam acara yang mengangkat temah “Mencegah radikalisme untuk memelihara Kabupaten Garut dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menghadapi Tahun politik 2019,” berbagai kalangan turut hadir, mulai dari forum komunikasi daerah hingga para mahasiswa juga dihadirkan dalam acara yang bertema

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, menurutnya banyak warga masyarakat tidak yang tahu perihal radikalisme.

“Kegiatan ini sangat baik terutama saat menghadapi tahun politik 2019. Yang diundang juga para pejabat dan ormas, parpol, dan berbagai pihak,” katanya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI