Fantastis, Pendaftar Seleksi PPK di Garut Tembus 1026 Orang

Komisioner KPUD Garut, disela prosesi pendaftaran calon PPK di kantor KPUD Garut, belum lama ini.***

GARUT, (GE).- Antusias masyarakat untuk menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut tahun 2018 cukup tinggi. Tingginya antusiasme masyarakat ini dibuktikan dengan jumlah pelamar yang jumlahnya mencapai 1.026 orang. Data tersebut diambil hari Senin (18/10/2017) dari KPUD Garut.

Ketua Pokja Rekrutmet PPK dan PPS KPUD Garut, Lia Juliasih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/10/17) menyampaikan, jumlah pendaftar sementara calon anggota PPK di KPU Garut terdata sudah mencapai 850 orang dan akan terus bertambah. Jumlah tersebut diluar jumah pendaftar Panitia Pemungutan Suara PPS.

“Untuk tempat pendaftaran PPS sendiri, KPUD Garut membagi menjadi 7 titik lokasi yakni, Kecamatan Wanaraja, Limbangan, Bayongbong, Cikajang, Bungbulang dan Pamengpeuk,”
paparnya.


Menurutnya, pendaftar yang memenuhi syarat administrasi selanjutnya akan diseleksi melalui tes tertulis pada hari Kamis ini, (20/10/17) dilanjutkan dengan tes wawancara, untuk memperebutkan lowongan anggota PPK lima orang per kecamatan dan lowongan anggota PPS sebanyak tiga orang per desa dan kelurahan.

“Sedangkan untuk pemilihan Legislatif dan presiden 2019 jumlah PPK menjadi 3 orang. Namun tekhnis dan mekanismenya belum diatur seperti apa. Hal itu mengacu terhadap UU No. 7 Tahun 2017,” tambahnya.

Masih kata Lia Juliasih, ada peraturan yang berbeda pada penerimaan pendaftaran pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada 2018 ini.

“Peserta yang pada periode sebelumnya diwajibkan harus sudah memasuki usia 25 tahun, pada Pilkada mendatang usia 17 tahun sudah boleh ikut mendaftar. Dan begitu juga PPK yang telah menjalani selama dua periode berturut-turut (2009-2014, 2014-2019) tak boleh ikut daftar kembali,” imbuhnya.

Lebih jauh Lia mengingatkan, rekrutmen PPK dan PPS saat ini menggunakan sistem terbuka. Semuanya dilakukan secara transfaran. Memilih peserta yang terbaik dari yang baik.

“Untuk menjadi seorang PPK dan PPS dituntut harus menguasa undang-undang kepemiluan. Selain itu harus memiliki loyalitas, profesional dan integritas. Dan itu menjadi modal KPUD Garut untuk menggelar pilkada secara jujur adil dan demokratis,” pungkasnya. (Syamsul)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI