FAGAR Berharap Janji Kemen PAN RB Tidak Meleset Lagi

JAKARTA,(GE).- Dihadapan peserta rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI, Men PAN RB Asman Abnur, menjanjikan dalam waktu dekat akan memberikan jawaban terkait rumusan penyelesaian Honnorer Kategori 2 (K2). Pihak Men PAN RB akan menganalisa kebutuhan Pegawai dan dalam waktu seminggu itu pula akan mengeluarkan Road Map penyelesaian Honorer K2, Senin (10/10/2016).

Sementara itu, Humas Forum Honorer Katagori 2 (FHK2), Retno Kurniadi mengatakan, penanganan Honorer K2 terus dilakukan pengawalan serius.

“Revisi UU ASN adalah salah satu celah dalam regulasi terkait penuntasan Honorer. Regulasi honorer dianggap pemerintah sudah tidak ada lagi dengan berakhirnya PP 48 tahun 2005, dan PP 56 tahun 2012. “ Ungkapnya.


Dilejaskannya, regulasi RUU ASN akan menentukan harapan honorer seluruhnya. Supaya bisa terakomodir sesuai dengan usulan yang sudah disampaikan FHK2I melalui Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

“Terkait persetujuan pagu anggaran usulan Menpan-RB yang disetujui oleh komisi 2 DPR RI, anggaran Rp 176.804.700.000 untuk belanja operasional serta kegiatan rutin pengelolaan penerima dan belanja negara. Jadi untuk anggaran belanja pegawai nanti akan dibahas khusus lebih intensif antara internal Kemenpan RB dan Komisi II selanjutnya.” Urainya.

Retno menegaskan, apabila dalam jangka dua bulan kedepan pemerintah belum ada progres kepastian tentang nasib K2, maka seluruh K2 se Indonesia kembali akan menyampaikan tuntutannya dengan menggelar demontsrasi ke isatana negara.

Sementara itu, Ketua Koordinator Daerah HK2 Indonesia Kabupaten Garut sekaligus Ketua Umum DPP FAGAR Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi yang menyaksikan langsung jalannya RDP di Gedung Senayan, mengaku “puas tidak puas” dengan hasil RDP tersebut.

“ Dengan hasil RDP ini, puas tidak puas. Kami akan terus berkoordinasi dengan komisi 2 dan badan legislasi. Agar ada penekanan terhadap Kemen PAN RB . Selain itu agar janji Men PAN RB tidak meleset lagi.” Tandasnya. (TAF. Senopati)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI