“Fad Ribut” : Anak-anak Garut Butuh Taman Bermain Refresentatif

ALUN- ALUN Garut sedikit berbeda dengan hari biasanya, hari itu tampak sekelompok anak-anak remaja berkumpul untuk menyampaikan harapannya. Mereka menulis angan-angannya untuk para pemangku kebijakan di Kabupaten Garut, Minggu (11/2/2018). Ternyata keinginan harapannya tak banyak. Mereka hanya ingin area atau taman bermain yang representatif.

Kegiatan semacam aksi solidaritas bertajuk  “Satu Coklat = Satu Cinta untuk Semua Anak Indonesia” ini sendiri difasilitasi Forum Anak Daerah Ririungan Budak Garut (FAD RIBUT) dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut.

Menurut ketua penyelenggara, Nima Aini Nurkamilah, kegiatan sambil mengisi waktu liburan ini bertujuan memberdayakan kembali permainan tradisional. “Kami Ingin memperkenalkan Forum anak kepada anak-anak dan masyarakat Garut, sambil diisi dengan memberikan bukti Cinta kepada anak Garut dengan memberikannya coklat berbentuk hati,” ujarnya.


Dikatakannya, FAD RIBUT  ingin mengetahui keinginan anak anak Garut dalam upaya mendukung Kabupaten  Garut menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sarah Apriliani, juga salah seorang panitia, menyebut kegiatan ini melibatkan forum anak sebanyak 25 orang dari berbagai sekolah, mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA sebanyak 150 orang.

Panitia menyediakan coklat berbentuk hati yang ditempelkan di kertas yang berisi pengertian forum anak dan kertas kosong untuk diisi oleh peserta tentang keinginannya. “Lalu peserta diajak bermain permainan tradisional, lalu kami berikan coklat, dan kami juga meminta peserta lain untuk mengisi kertas keinginannya dan diberikan juga coklat”, ujar Sarah.

Nima, mengaku kaget, ketika membaca kertas yang bertuliskan keinginan mereka. Dalam tulisan tulisannya, ternyata mereka (anak-anak Garut) menginginkan taman anak yang dilengkapi permainan yang banyak, gratis serta ramah anak. “Mereka menginginkan kawasan yang bebas dari sampah dan asap rokok,”  katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI