Event Organizer HJG ke 203 Sarat Nepotisme, Ini Bukti Surat Rekomendasi Bupati

PEMDA, (GE).- Agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke 203, yang jatuh pada tanggal 16 Pebruari 2016 selesai sudah. Hal ini setidaknya jika mengacu pada susunan acara yang dibuat Panitia HJG tingkat Kabupaten Garut hingga tanggal 27 Februari 2016.

Kendati tak jauh berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, peringatan HJG tahun ini boleh dibilang cukup meriah. Berbagai kegiatan digelar tahun ini, baik dalam bentuk olah raga, seni, budaya, kegiatan sosial maupun kegiatan seremonial kenegaraan mewarnai perayaan milangkala Kabupaten Garut tahun ini.

Namun, beberapa pihak menyayangkan, dibalik euphoria dengan pekikan “Amazing Garut” dimana – mana disetiap jeda suatu acara dalam peringatan HJG tahun ini ‘tercium bau tak sedap’ mewarnainya. Perhelatan yang ditopang oleh anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) melalui APBD langsung atau dalam bentuk “akal-akalan” dengan cara mensiasati berbagai gelaran acara ini.

Dari catatan “Tim GE”, sejumlah polemik ternyata banyak mendapat sorotan publik. Dalam peringatan HJG tahun ini, sejumlah kalangan mempertanyakan dengan ditujuknya Darma Putra Mandiri (DPM) sebagai Event Organizer (EO) yang menjadi panitia pelaksana sejumlah kegiatan termasuk Pameran Pembangunan dan Produk Unggulan Garut yang dikaitkan dengan posisinya sebagai putra angkat Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang dinilai sebagai permainan kroni kekuasaan.

Masalah lain yang sempat menjadi konflik berkepanjangan adalah perseteruan antara Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Garut dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora). KNPI sebagai representasi pemuda yang biasanya diikutsertakan dalam pelaksanaan Napak Tilas Limbangan-Garut, tahun ini (2016) malah ‘diapilainkeun.’

Berita selengkapnya silahkan baca Garut Express versi cetak hari Senin (29/2/2016) di konter-konter koran terdekat anda…!