Enam Kali Gagal Masuk TNI/Polri, Alumnus Fikom Uniga ini Akhirnya Menjadi Penyidik Bareskrim Polri

BRIPDA Rizki Husen (Penyidik Bareskrim Polri)

LULUSAN Fakultas Ilmu Komunikasi Fikom Uniga, Rizki Husen, baru-baru ini berhasil diterima sebagai anggota penyidik Bareskrim Polri. Rizki yang merupakan lulusan Fikom Uniga tahun 2015 membulatkan tekad untuk mengikuti seleksi anggota Polri setelah sebelumnya 6 kali gagal mengikuti tes masuk TNI/Polri.

Rizki Husen mengungkapkan, merasa bangga dan bahagia setelah dirinya dinyakatan diterima sebagai anggota Polri di kesatuan Penyidik Bareskim Polri. Ilmu semasa kuliah yang didapat dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom Uniga) benar-benar memberikan manfaat yang sangat berarti.

Ilmu komunikasi serta kepiawainya dalam bidang IT yang didapat semasa kuliah memberikan nilai tambah saat mengikuti seleksi masuk anggota Polri, dan berkat ilmu inilah yang menjadikan ia ditempatkan sebagai salah satu penyidik Bareskim Polri.


“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Uniga serta seluruh pihak yang telah mendukung serta membimbing saya selama kuliah. Banyak ilmu yang saya dapatkan salah satunya aktivitas ekstrakulikuler kampus yang saya ikuti.  Banyak ilmu dan bimbingan di dalam maupun luar perkuliahan yang terasa manfaatnya sekarang. Terutama bagaimana menghadapi dunia kerja. Bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat, dan yang paling utama bagaimana mental ini bisa siap menghadapi kondisi selama saya mengikuti seleksi,” ungkapnya.

Rizki berharap, di kemudian hari ada banyak mahasiswa Uniga khusunya dan pada umumnya generasi muda Garut yang bisa mengikuti jejaknya.

“Saya berharap adik angkatan saya di Fikom Uniga ataupun umumnya masyarakat Garut tidak ragu untuk menjadi anggota Polri. Satu rupiahpun tidak ada biaya yang dipungut kecuali biaya mengumpulkan persyaratan administrasi. Minimal 3 bulan sebelumnya harus mempersiapkan diri terutama fisik dan mental, terutama kedisiplinan. Di era teknologi yang sekarang berkembang mengharuskan setiap insan mempunyai nilai tambah, terutama bidang komunikasi dan teknologi informatika,” ungkapnya.

Perjaka kelahiran Garut, 21 April 1993, putra dari pasangan Arif Husen dan Bedah ini, memang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi anggota TNI atau Polri.  Setelah beberapa kali gagal masuk seleksi, Rizki tidak putus asa dan memutuskan melanjutkan pendidikanya di Fakultas Ilmu Komunikasi Uniga.

“Mungkin Tuhan menakdirkan saya untuk mencari ilmu dulu di Fikom Uniga, dan setelah itu, Alhamdullilah saya bisa berhasil lolos diterima sebagai anggota penyidik Bareskrim Polri,” ungkapnya, seraya tersenyum.

Wakil Dekan Fikom Uniga, Dr. Novie Susanti Suseno, SE, M.Si, mengungkapkan, Rizki Husen merupakan salah satu mahahsiswa terbaik di angkatanya. Selain mempunyai kelebihan di bidang akademik, Rizki juga salah satu mahasiswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus. Kepandaianya dalam komunikasi serta rajin membuat blog serta bidang IT lainya, membuatnya kerap dipercaya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh fakultas.

Alhamdullilah kami atas nama lembaga ikut bangga dan merasa senang atas keberhasilan yang dicapai oleh Rizki Husen. Apa yang kami berikan selama ini terbukti membuahkan hasil yang sangat gemilang. Rizki adalah salah satu mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik sangat baik.  Jadi rasanya bila sekarang rizki bisa diterima sebagai anggota Polri itu merupakan buah dari kerajinan serta kedisiplinan yang dilakukannya selama ini. Dan utamanya doa dari orang tua. Semoga keberhasilan ini bisa memotivasi serta jadi teladan bagi adik angkatanya,” ungkapnya Dr. Novie. (Sidqi Al Ghifari/Abar)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI