Empati atas Kasus Anak Menggungat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar, Ribuan Siswa SMKN 1 Garut Menggelar Doa Bersama untuk Amih

SEBAGAI bentuk rasa empati, ribuan siswa SMKN 1 Garut , Jawa Barat, menggelar doa bersama untuk Amih. Ibu yang digugat Rp 1,8 miliar oleh anak kandungnya, Jumat (31/3/17). (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Kasus gugatan perdata yang menimpa seorang ibu asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata mengundang reaksi dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, sang ibu – Siti Rohaya atau akrab disapa Amih (83), dituntut oleh anak kandung dan menantunya sendiri untuk membayar utang Rp1,8 miliar dari jumlah utang awal Rp20 juta. Padahal, yang ditunt oleh Yani Suryani dan Handoyo Adianto itu bukan merupakan utang Amih.

Bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap kasus tersebut juga ditujukkan para siswa SMKN 1 Garut. Sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Jumat (31/3/17) pagi, ribuan siswa dan guru SMKN 1 Garut memenuhi lapangan sekolah menggelar doa bersama yang ditujukan untuk Amih. Mereka juga mendoakan agar Amih selalu diberikan kesehatan dan jalan keluar dalam masalah ini.

“Kami warga sekolah sepakat untuk menggelar doa bersama untuk Amih yang digugat anaknya Rp 1,8 miliar. Saya sebagai orang tua juga sangat priatin atas apa yang menimpa Amih. Saya harap anaknya tersebut mau mencabut gugatan dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” ungkap Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin, Jumat (31/3/17).


Ungkapan senada disampaikan para siswa. Mereka bahkan tak habis pikir, seorang anak tega menggugat ibunya sendiri.

“Saya miris aja ada anak tega pada ibunya sampai menggugat karena utang. Anak itu ga berfikir bagaimana perjuangan ibu membesarkan anak tersebut. Yang penting, saya gak mau kayak anak itu,” ungkap salah seorang siswa, Salman Faira, kepada “GE”

Selain mendoakan Amih, doa bersama ditujukan bagi  800-an siswa kelas XII yang akan melaksanakan Ujan Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI