Empat Warga Garut jadi Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api di Tangerang

Kondisi pabrik kembang api pascaterbakar di Desa Belimbing, RT20/10, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10/14)/ foto: dream.co.id

GARUT,(GE).- Sekira pukul 09.00 WIB, warga di sekitar Desa Belimbing, RT20/10, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10/14) Dikagetkan dengan ledakan yang berdampak pada terbakarnya sebuah pabrik kembang api Jalan Raya SMPN 1. Akibat kejadian tersebut tercatat puluhan orang tewas, sementara puluhan lainnya menderita luka-luka. Kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dalam pabrik tersebut.

Dari puluhan korban akibat terbakarnya pabrik kembang api itu, dilaporkan empat orang korban diantaranya merupakan warga Garut. Tiga orang dikabarkan selamat dan mengalami luka bakar di kaki dan tangan, sementara satu orang atas nama Slamet Rahmat belum teridentifikasi,Kamis (26/10/17).

Kempat orang warga Garut yang jadi korban dalam insiden tersbut diantaranya merupakan warga Kampung Karyamukti, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut. Mendengar kabar tersebut, keluarga korban langsung berangkat menuju Tangerang dan Rumah Sakit Polri untuk mengetahui nasib anggota keluarganya yang menjadi korban kebakaran.


Tiga korban warga Garut lainnya diantaranya Aji Supriaji, Wildan Miftah Fauzi dan Ridwan. Sementara korban atas nama Selamet Rahmat, hingga saat ini belum teridentifikasi. Keempat korban tersebut merupakan satu keluarga kaka adik.

Menurut Dede Oren yang merupakan paman dari keluarga korban, mengaku bahwa mereka bekerja di pabrik merecon tangerang yang terbakar memang sejak awal pabrik itu berdiri.

“Kami khawatir, dan terus berkoordinasi dengan anggota keluarga yang menyusul ke tempat kontrakan dan rumah sakit, dimana korban kabarkan dievakuasi,” Kamis (26/10/17).

Hingga saat ini pihak keluarga di Garut baru menerima kabar bahwa tiga anggota keluarganya yang bekerja di pabrik merecon dikabarkan selamat. Sementara satu orang lagi masih diidentivikasi oleh DVI Polri di Rumah Sakit Polri Keramat Jati.

Sampai saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar kapan korban selamat bisa pulang ke kampung halamannya. Sementara korban yang meningal dunia dan masih di identifikasi akan dicocokan DNA dengan adik atau anak korban. (Fauziani)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI