Duh, Pensiuanan PDAM Ini Mengaku Telah Menyetor “Mahar” Ratusan Juta Rupiah ke Kanjeng Dimas

SAMARANG, (GE).- Sejak polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan penggandaan uang yang diduga kuat terkait dengan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, kini terus bermunculan korban yang mengaku telah tertipu dengan aksi penggandaan uang ala Kanjeng Dimas atau Dimas Taat Pribadi.

Sebelumnya diberitakan ada puluhan orang warga Garut yang melapor ke RT setempat, mereka mengaku telah tertipu dengan iming-iming penggandaan uang. Kini muncul salah seorang warga asal Desa Cinta Asih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat . Ia mengaku menjadi korban penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Bubu Rohman (65) mengaku telah menyetor uang “mahar” sejak 2003 lalu. Bubu yang merupakan pensiunan PDAM Garut mengatakan, dirinya baru sadar kena tipu setelah terungkapnya kasus pembunuhan itu.


“Ya, saya barui sadar jika saya tertipu setelah Padepokan Kanjeng Dimas digerebek Polisi. Jika dihitung-hitung saya telah menyetor uang mahar ke Kanjeng Dimas, sekitar Rp 150 juta,” ungkapnya. Rabu (19/10/2016).

Bubu mengatakan, dirinya sengaja tidak melaporkan kasus ini ke pihak berwajib,  karena diancam jika melapor,  uang yang dijanjikan akan digandakan tidak akan bisa cair.

“Ya, saya sekarang terpaksa harus berpindah-pindah tempat  tinggal.  Karena rumah dan seluruh harta habis untuk “mahar” ke Kanjeng Dimas.  Saya berharap, masalah ini diusut tuntas, dan mudah-mudahan uang saya bisa kembali,” harapnya.  (Hakim AG)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI