Skandal Korupsi di BJB Syariah, Polisi Periksa Pemilik Kios di Garut Super Blok

GARUT (GE).- Sejumlah pemilik kios di pusat perbelanjaan Garut Super Blok (GSB) di Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul, dipanggil Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri terkait dugaan Korupsi pembiayaan oleh Bank Jabar Banten Syariah (BJB) Syariah kepada PT Hastuka Sarana Karya yang menjadi pengembang pembangunan Garut Super Blok.

Dari surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Tipikor Mabes Polri tertanggal 12 Oktober 2017, para pemilik kios dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut pada tanggal 27 Oktober 2017. Salah satu tempat yang dijadikan tempat pemeriksaan adalah Mapolsek Tarogong Kaler.

Dalam surat bernomor S.pgl/2726/X/2017/Tipidkor terhadap salah satu pemilik kios, kasus dugaan Korupsi sendiri berawal dari fasilitas kredit yang diberikan oleh BJB Syariah terhadap PT Hastuka Sarana Karya dalam pembangunan Garut Super Blok.


Sebelumnya, sebagaimana dilansir Liputan6.com, penyidik Direktorat Tipikor Mabes Polri pada 17 Oktober 2017, melakukan penggeledahan di kantor BJB Syariah di Bandung.

Kepala Sub Direktorat V Kombes Indarto mengatakan, dalam kasus ini pihak Bank Jabar Banten Syariah memberikan kredit Rp 566, 45 miliar kepada PT HSK. Pembiayaan sebesar itu tanpa memberikan jaminan atau agunan kepada pihak bank.

“Seharusnya kan tanah induk dan bangunan yang dijadikan agunan, tapi ini tidak. Malah pihak debitur mengagunkan ke bank lain,” katanya, Selasa (17/10/2017).

Dugaan Korupsi tersebut, diduga merugikan negara mencapai setengah triliun rupiah dengan cara mengajukan syarat kredit fiktif kepada BJB Syariah. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI