Dua Tahun Menunggu, Keinginan Anak Nelayan di Pamengpeuk Terwujud Melalui Program Peduli PT. Jasindo

GARUT, (GE).- Hafidz, seorang bocah nelayan berusia 7 tahun di Kecamatan Pamengpeuk, adalah salahsatu dari ratusan anak lainya yang tergolong beruntung menerima program khitan kadeudeuh yang digelar PT. Jasindo Kamis (10/5/2018).

Dari penuturan sang ayah, Iwan (52), dalam Dua tahun terakhir ini, anaknya selalu memelas agar segera dikhitan. Namun, diakuinya , hasil yang didapat dari pekerjaanya sebagai nelayan, belakangan ini tidaklah menentu karena minimnya jumlah ikan yang berhasil dijaring. Akibatnya, kata Iwan, setiap kali buahhatinya meminta untuk dikhitan, Ia hanya mampu mencoba menegarkan Hapidz dengan usapan kasihsayang dikepalanya berulang ulang.

Sampai akhirnya, lanjut Iwan, kabar gembira datang saat rumahnya didatangi oleh perwakilan PT.Jasindo yang mencantumkan nama anaknya sebagai salah seorang penerima program khitan gratis. Tak heran kabar inipun lantas disambut gembira oleh seluruh keluarganya.


” Alhamdulillah, mungkin saya mewakili ratusan orangtua lainya untuk mengucapkan terimakasih kepada PT. Jasindo. Melalui program inilah keinginan anak saya akhirnya dapat terwujud. ungkap Iwan.

Pada gelar acara ini, tercatat 203 anak dari 4 wilayah Kecamatan di Garut Selatan dikhitan secara masal. Selain dipasilitasi secara penuh, seluruh peserta khitan inipun diberi cinderamata berupa bingkisan kadeudeuh dari pihak perusahaan.

Kegiatan ini menurut Direktur keuangan dan investasi PT. Jasindo, Didit Mehta, merupakan agenda rutin dalam upaya mengembalikan nilai keuntungan BUMN untuk kesejahteraan masyarakat.

” Pada dasarnya, badan usaha milik negara maupun bukan milik negara memiliki fokus yang sama, yakni menciptakan keuntungan. Hanya saja, kita dari BUMN dikenakan tugas tambahan yaitu mengembalikan sekian persen nilai keuntungan kepada masyarakat dalam bentuk CSR . Satu contohnya adalah melalui program khitan ini” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabiro PKBL PT. Jasindo, Reni Rizal, mengatakan bahwa dipilihnya Kabupaten Garut sebagai penerima program peduli ini, telah memenuhi beberapa standar yang menjadi Protap diperusahaanya. Menurutnya Kecamatan Pamengpeuk merupakan titik area yang tepat.

” Ya, saya kebetulan dari biro yang mengurusi soal keuntungan perusahaan. Disini ada ikatan peraturan dimana ada hak hak yang harus kita kembalikan kepada masyarakat. Kita tergugah hadir untuk berbagi disini, setelah sebelumnya ada warga yang meminta kepada kita untuk dapat menghitan sebanyak 3 orang anak . Kebetulan kita ada laba perusahaan dan kemudian melakukan riset wilayah. Hasilnya semua klik dan kita sanggupi dalam jumlah yang lebih banyak, yakni 203 anak ” kata Kabiro BUMN dibidang asuransi kerugian ini. (Dony Melodi)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI