Dua Tahun Kelakuan Bejatnya Baru Terbongkar, WG Mengaku hanya Melakukan Tindakan Oral

SELAMA dua tahun kelakuan bejat WG baru terbongkar. (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Tersangka pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap belasan anak di bawah umur, WG (21), mengaku sudah dua tahun melakukan aksi bejatnya. Modusnya, sebelum melakukan perbuatan bejatnya itu, WG terlebih dahulu mengajak korban ke sebuah gubuk di dekat sungai. Di lokasi tersebut WG kemudian melancarakan aksinya, melecehkan para korbannya.

Agar korban tak memberi tahu perbuatan keji yang telah dilakukannya, WG pun selalu mengancam para korbannya. Dari 10 korban yang sudah terdeteksi pihak kepolisian (semuanya anak laki-laki), sebagian di antaranya merupakan anak-anak SD dan sisanya siswa SMP.

“Pelecehan seksual tersebut dilakukan sejak tahun 2016. Aksi tak terpuji itu dilakukan pelaku di pinggir sungai dan sebuah gubuk yang tak jauh dari rumahnya,” kata Kapolsek Garut Kota, Kompol Ahmad Kustia, Selasa (14/3/17).


Namun, sebagian korban mengaku dicabuli di rumahnya. Ada yang di toilet, ada juga yang sedang main layangan kemudian dipaksa untuk meladeni nafsu setan tersangka.

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah, mengatakan, sampai sejauh ini belum ditemui indikasi adanya unsur pelecehan seksual berupa tindakan sodomi kepada korban. WG mengaku hanya melakukan tindakan oral kepada para korban.

“Hasil pemeriksaan, belum ditemui tindakan mengarah ke sodomi, kata pelaku dia melakukan tindakan oral kepada korban,” katanya kepada “GE”, Selasa (14/3/17) di ruang kerjanya.

Dari pemantauan “GE” di lapangan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut masih terus memeriksa beberapa orang anak yang diduga menjadi korban kebejatan WG. Dengan diantar orang tuanya, para korban terus berdatangan ke Mapolres Garut untuk memberikan keterangan kepada penyidik. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI