Dua Pegawai Disdukcapil Tak Terbukti Lakulan Pungli

Sala

GARUT, (GE).- Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap satu orang calo dan dua orang pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Garut dibantah Bupati Garut, Rudy Gunawan. Menurutnya OTT di Disdukcapil memang ada tapi kedua orang pegawai Disdukcapil tak terbukti terlibat.

“Memang ada yang diamankan tapi tak terbukti,” kata Rudy.

Menurutnya, kedua pegawai Disdukcapil hanya mendapatkan tekanan dari calo yang terjaring OTT. Tapi saat diintrogasi keduanya sama sekali tak menerima uang sepeserpun dari calo tersebut.


Bupati menjelaskan, seorang calo memang kedapatan akan bertransaksi dan akan memberi uang Rp 200 ribu untuk mengurus KTP. Tapi menurutnya uang itu tidak diserahkan kepada pegawai Disdukcapil.

“Orang dalam (pegawai Disdukcapil) tak akui (terima uang). Mereka belum terima uang. Cuma saat ditangkap, calonya sedang di dalam dan bawa uang,” ujarnya.

Menurutnya, banyak oknum di luar yang sering membantu pengurusan KTP. Syaratnya dengan membayar sejumlah uang. Padahal mengurus KTP, tidak ada pungutan biaya.

“Di dalam kantor itu, oknum-oknum ini menekan pegawai. Banyak gaya-gaya calo yang menekan. Pegawai juga takut kalau ditekan,” ucapnya.

Meski disebut Rudy tak bersalah, pembinaan akan dilakukan ke para pegawai Disdukcapil. Apalagi dinas tersebut bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Garut, kembali terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) mengamankan

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat telah mengamankan dua orang pegawai di Disdukcapil Garut dan satu orang calo. Ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres.

“Memang benar telah dilakukan penangkapan di terkait praktik Pungli di Disduk Capil Garut. Ketiganya sekarang sedang diperiksa,” kata Kapolres, saat ditemui di Mapolres Garut, Rabu (12/9/18).

Menurut Kapolres, status para tersangka merupakan satu orang pegawai negeri sipil, satu orang tenaga kerja kontrak dan satu orang calo.

Saat ditanya terkait modus dan motif pelaku, Kapolres mengaku masih mendalaminya.

“Pelakunya kan baru diperiksa jadi masih pendalaman,” aku Kapolres.

Kapolres mengatakan, penangkapan tersangka pungutan liar dilakukan sore hari menjelang maghrib. Ketiganya langsung digiring ke Mapolres.

Sementara itu, Ketua Saber Pungli Garut, Kompol Gotam Hidayat, S.Ik, M.Si, mengatakan selama ini sejumlah tindak Pungli kerap terjadi. Namun masih diselesaikan dengan cara pembinaan.

“Kebanyakan praktik Punglinya seperti di jalan raya. Contohnya menjual air mineral atau tisu,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI