Dua Orang Remaja di Garut Jadi Korban Penjambretan dan Kekerasan

GARUT (GE).- Dua remaja di Garut menjadi korban penjambretan dan kekerasan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pembangunan dekat RSU dr. Slamet Garut.

Setelah “hand phone” (HP) korban dirampas kemudian pelaku menendang motor yang sedang dikendarai korban. Berdasarkan informasi, korban merupakan warga Kampung Mekarsari RT 2 RW 9 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.

“Saat itu saya sedang pulang usai membantu ibu jualan. Di jalan HP yang sedang dupegang teman saya dijambret dari belakang. Kemudian saya kejar. Tapi pelaku penjambretan nendang motor yang saya pake. Akhirnya saya jatuh ke aspal,” ujar korban, Milda (12) saat menjalani perawatan di RSU dr Slamet Garut, Minggu (8/7/18).


Milda mengaku syok atas kejadian yang menimpa dirinya dan temannya. Ia berharap Polisi bisa segera bertindak dan menangkap pelaku.

“Ciri-cirinya pelaku menggunakan sepeda motor beat hitam. Sementara pelakunya dua orang namun ciri perawakan dan mukanya tidak begitu jelas,” ucap anak Ketua PKL LSM GMBI ini.

Sementara itu, Ketua GMBI Kabupaten Garut, Ganda Permana, berharap agar aparat kepolisian bergerak menangkap pelaku penjamretan dan kekerasan yang telah dilakukan terhadap anak anggotanya itu. Ia berharap keamanan dan ketertiban di Garut bisa terus terjaga.

“Kejadian kekerasan seperti ini bukan yang pertama kalinya di Garut. Kali ini menimpa anak anggota saya. Mungkin esok hari menimpa warga lainnya. Oleh sebab itu, aparat harus bergerak cepat menangkap pelakunya untuk menjamin keamanan warga Garut,” ucapnya.

Menurutnya jangan sampai para pelaku tindak kriminal berkeliaran bebas di Garut. Perlu sikap yang tegas untuk mereka agar tak berani lagi menjalankan tindak kriminal di Garut. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI