Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Pameungpeuk, Polisi Amankan Belasan Pelaku Pembacokan

Belasan pemuda pelaku bentrokan antar kelompok, saat diamankan di Mapolsek Pameungpeuk, Garut, Rabu (12/7/17)***

GARUT, (GE).- Bentrok antar keleompok pemuda terjadi di kawasan selatan Garut, tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Bentrokan dua kelompok pemuda ini melibatkan dua kelompok warga, antara Kampung Segleng, Desa Paas dan Kampung Cikoneng, Desa Pameungpeuk Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (12/7/17) malam.

Sebelumnya bentrokan dipicu kejadian akasi penganiayaan terhadap Bebi Ginanjar (24) warga Kampung Segleng, RT03/07, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk.

Dari ketengan aparat setempat, kejadian tersebut bermula sekira pukul 21.30 WIB saat warga Kampung Segleng melakukan penyusupan ke Kampung Cikoneng dengan menggunakan puluhan unit sepeda motor.


Setelah tiba di lokasi, warga Kampung Segleng menemukan salah seorang warga Kampung Cikoneng. Tanpa ba bi bu, rombongan pemuda bermotor ini langsung membacoknya. Akibat aksi pengeroyokan ini, warga Kampumh Cikoneng bernama Yayu Jack mengalami luka bacok di bagian kepalanya.

Mengetahui ada penyerangan, warga Cikoneng langsung mengepung enam warga Segleng yang tidak sempat melarikan diri, kemudian dijemput pihak kepolisian dan diamankan di Mapolsek Pameungpeuk.

Untuk mengantisipasi penyerangan serupa, gabungan dua pleton dari Subden 4 Detasemen A Pelopor Polda Jabar, satu Pleton Dalmas beserta Resmob Polres Garut diterjunkan membantu Kepolisian Polsek Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong dan Cisompet.

Setelah melaksanakan patroli ke wilayah Kampung Cikoneng dan Kampung Segleng, tepatnya di kali Cicurug, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, polisian menemukan dua unit sepeda motor yang sudah dibakar, berikut kayu bambu dan kumpulan batu-batu yang disiapkan.

Dari hasil penyergapan pelaku, aparat gabungan berhasil menangkap sedikitnya 17 orang pemuda di dalam Mesjid Al-Manar lantai dua. Saat itu juga Polisi berhasil mengamankan senjata tajam dan balok kayu sebagai alat bukti yang diduga digunakan untuk membacok kepada korban.

Kabag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, menyebutkan gesekan antara kelompok warga ini dipicu terjadinya pembacokan terhadap pemuda asal Kampung Segleng, Desa Paas bernama Bebi Ginanjar. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala akibat kena sajam. Aksi balas dendam pun dilakukan oleh warga Segleng terhadap Yayu Jack warga Cikoneng hingga mengalami luka serupa, jelas Ridwan.

“Pada malam itu juga 17 pemuda yang tertangkap langsung diamankan dan diintrogasi. Mereka mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap Yayu Jack. Selanjutnya para pelaku akan diboyong ke Mapolres Garut,” ujar Kabag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, Rabu (12/7/17).

Tak hanya provokator, lanjut Ridwan, warga yang melakukan aksi pengrusakan juga akan diidentifikasi. Polisi pun akan mengumpulkan para tokoh masyarakat setempat untuk mencegah konflik berkepanjangan. “Saat ini situasi sudah terkendali. Warga bisa kembali. Tidak ada evakuasi, tidak ada korban jiwa,’’ pungkas Ridwan.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga E, yang langsung mengunjungi lokasi, menyatakan pihak nya akan mengambil langkah penegakan hukum terhadap para pelaku. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI