Dua Kecamatan Diterjang Longsor, Seorang Tewas

KARANG TENGAH, (GE).- Dalam sebulan terakhir, intensitas hujan di wilayah Kabupaten Grut cukup tinggi hingga berakibat terjadinya longsor di beberapa titik. Di kawasan Garut utara sedikitnya di dua kecamatan telah terjadi longsor, Kecamatan Pangatikan dan Karang Tengah.

Musibah longsor yang menimpa dua kecamatan tersebut tidak sampai menelan kerusakan material, namun dikabarkan seorang warga harus meregang nyawa akibat terseret derasnya arus sungai di Kecamatan Pangatikan.

Camat Karang Tengah, Asep Rahmat Solihin, mengatakan, peristiwa longsor yang terjadi di wilayahnta telah merenggut korban jiwa. Sementara itu sebagian warga yang bermukin dekat bantaran sungai harus dievakuasi.
“Warga yang dievakuasi akibat adanya longsor adalah warga di kawasan Desa Caringin. Namun kebanyakan longsor yang terjadi hanya menyebabkan akses jalan tertutup,” tutur Asep, kepada wartawan, Selasa (15/12/2015).

Dikatakannya, pascalongsor, material yang menimbun jalan telah dibersihkan aparat bersama warga setempat.
“Ya, akibat musibah (longsor) ini, khususnya di Desa Caringin, ada sedikitnya 25 kepala keluarga yang rumahnya terancam. Jika mereka dibiarkan tetap tinggal di daerah tersebut, dikhawatirkan terjadi hal yang tak diharapkan. Akhirnya, para wanita dan anak-anak dianjurkan untuk diungsikan ke rumah sanak keluarganya,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria, menurutnya pada Senin (14/12/2015) sekira pukul 15.30 WIB di Kampung Cicapar, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, telah terjadi musibah banjir bandang yang disertai longsor.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Muhtadi (35) meninggal setelah sebelumnya terbawa arus sungai Talagabodas.

Dalam kesempatan tersebut, Dadi juga menerangkan bahwa semua kecamatan yang ada di Kabupaten Garutb memiliki kerawanan bencana menengah tinggi. Oleh karena itu Dadi mengimbau seluruh masyarakat Garut untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terutama saat musim penghujan seperti sekarang ini.

” Hampir 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut ini semuanya masuk kawasan rawan bencana, khususnya bencana longsor. Sejak 7 September (2015) hingga hari ini di Garut sudah terjadi 14 kali bencana longsor,” kata Dadi.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil penelitian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), semua daerah kecamatan yang ada di Kabupaten Garut masuk kawasan rawan. Dengan demikian tidak bisa dibedakan daerah mana saja yang tingkat kerawanannya paling tinggi.

“Semua daerah rawan, tak ada kategori paling tinggi atau paling rendah. Semuanya harus diwaspadai,” tegasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN