Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi, Wawan “Sang Jendral NII” Akhirnya Dijemput Paksa

WAWAN Setiawan.***

GARUT, (GE).- Petuas Polres Garut, Jawa Barat, akhirnya menjemput paksa Wawa Setiawan (53) warga Kampung Situ Bodol, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng. Pasalnya, pria yang mengaku “Jendral NII” itu sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Wawan dijemput paksa polisi dari rumahnya, Jumat (21/4/17).

“Wawan dijemput paksa karena dia dua kali mangkir dari panggilan kami,” kata Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah.
Upaya jemput paksa ini, kata Hairullah, demi kepentingan penyelidikan terkait kasus dugaan makar dan penistaan agama yang diduga dilakukan Wawan. Pada Jumat (17/3/17) lalu Wawan memang sempat mengirimkan surat kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui pemerintahan Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Menurut Kepala Desa (Kades) Tegalgede, Kartika Ernawati, surat tersebut berupa pemberitahuan dan permintaan izin dari Wawan untuk melaksanakan praktek salat Jumat dengan arah menghadap ke timur. Rencananya saat itu, salat Jumat akan dilasanakan di Mushala Situ Bodol, Desa tegalgede.


Menyikapi gelagat yang dinilai membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut, Kartika segera melaporkan perihal surat yang ia terima kepada Muspika Pakenjeng, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Selasa (21/3/17) Muspika Pakenjeng, memanggil Wawan.

Saat ditanyai mengenai surat itu, Wawan yang beralamat di Kampung Kibodasrea, RT 04/01, Desa tegalgede, secara lantangnya bersikukuh jika tidak ada yang salah dengan semua tindakannya. Termasuk melaksanakan salat Jumat menghadap ke arah timur. (Tim GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI