Dua Kali Ambrol Tertimbun Longsor, Rumah Buruh Tani ini Luput dari Perhatian Pemerintah

DEWI (42) menunjukan dinding rumahnya yang ambrol diterjang longsor, Sabtu (22/4/2017). Akibat kejadian ini Ia bersama suwami dan ke enam anaknya harus mengungsi ke rumah kerabatnya./Foto: Kang Cep/ GE.
DEWI menujukan samping rumahnya yang ambrol tertimbun longsor, Sabtu (22/4/17).(Kang Cep/GE)***

GARUT, (GE).- Akibat rumahnya ambrol tertimbun longsor, Sabtu (22/4/17), Ade Aan (47) bersama keluarganya kini terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatanya. Ambrolnya rumah Ade yang beralamat di Kampung Legok Ringgit, Desa Salakuray, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, rumah sangat sederhana berukuran 30 meter persegi milik keluarga yang berprofesi sebagai buruh tani ini juga pernah jebol tertimbun longsor, pada bulan Februari tahun lalu (2016). Ironisnya, ambrolnya rumah Ade akibat bencana alam ini luput dari perhatian pemerintah.

RUANG Dapur, satu satunya ruangan rumahnya yang selamat dari timbunan longsor masih digunakan Dewi untuk memasak. (Kang Cep/GE)***

Menurut Dewi (42) yang merupakan istri Ade, pada kejadian pertama tahun 2016 lalu rumah miliknya yang rusak diperbaiki alakadarnya dari swadaya sumbangan para tetangganya. Kata Dewi, pihak pemerintahan desa setempat hanya menjanjikan saja akan membantu, namun hingga saat ini tidak ada realisasinya.


“Biasanya kan kalau rumah rusak akibat bencana alam pemerintah suka membantu. Namun, dari pihak desa hanya menjanjikan saja, hingga saat ini rumah kami tak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Ya, saya terpaksa sementara tinggal di rumah anak saya yang sudah berkeluarga. Untuk memperbaiki rumah ini biaya dari mana atuh, suami saya hanya kuli macul (buruh tani/red) kadang untuk makan sehari-hari saja tidak cukup,” ungkap ibu 6 orang anak ini, seraya menyeka air matanya, Minggu (24/4/17).

Lokasi rumah Ade memang berada di tanah yang rawan longsor. Letaknya persis di bawah areal pesawahan yang kontur tanahnya labil. Pascakejadian beberapa hari yang lalu, kini Ade bersama keluarganya terpaksa harus tinggal di rumah anak sulungnya yang posisi rumahnya juga rawan terdampak longsor.

“Kami bingung mau pindah kemana lagi. Terpaksa harus tinggal berdesakan di rumah anak saya yang juga rawan tertimbun longsor,” kata Dewi, lirih. (ER)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI