Dua Jemaah Haji Asal Garut Dilaporkan Wafat di Kota Mekkah, Seorang Diantaranya Akibat Serangan Jantung

KEMENAG, (GE).- PascaIdul Adha 1437 H, tersiar kabar duka dari kota Mekah. Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Garut dilaporkan wafat saar prsesi ibadah Haji. Dari kedua jemaah ini, seorang diantaranya dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.

Kepala Seksi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Garut Irwan Nurjaman mengatakan, jemaah yang meninggal akibat serangan jantung ini diketahui bernama Nana Sumpena (60) warga Kampung Mekarsari, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Almarhum merupkan rombingan jemaah dari kloter 10.

“Ya, Almarhum dikabarkan meninggal hari Senin 5 September 2016 pekan lalu, sekira pukul 17.00 waktu Saudi Arabia,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, di Kantor Kemenag Garut, Selasa (13/9/2016).

Sebelum berangkat ke tanah suci, almarhum yang berstatus sebagai pensiunan ini telah mendapat pengawasan dari tim medis pendamping. Ia menjelaskan pengawasan medis tersebut berlaku bagi seluruh jemaah yang tercatat memiliki riwayat penyakit.

“Untuk seorang jemaah lain yang juga dikabarkan meninggal, kami belum bisa menyampaikan detail informasinya. Kami masih menunggu COD (Cause of Death) dari petugas di Arab Saudi. Cuma memang kabarnya ada seorang jemaah lagi yang meninggal,” ujarnya.

Dijelaskannya, para jemaah yang meninggal di tanah suci biasanya langsung dimakamkan. Pihak keluarga jemaah pun selalu mendapat informasi terkait kematian anggota keluarga mereka dari petugas.

“Keluarga jemaah selalu mendapat kabar terkait kabar kematian ini,” tandasnya.

Dari catattan Kemenag Garut, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Garut yang berada di Arab Saudi berjumlah 1.449 orang. Mereka terdiri dari para jamaah yang diberangkatkan dari Garut, dan mutasi ke sejumlah daerah lainnya.

“Total jemaah yang berangkat dari Garut itu ada sebanyak 1.343 orang. Sementara yang mutasi ke daerah lain total sebanyak 106 orang. Daerah tujuan mutasi jemaah dari Garut ini adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, dan Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Jemaah yang berangkat dari Kabupaten Garut terbagi dalam empat kloter, yakni Kloter 1, 10, 47, dan 68. Para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia secara bertahap.

“Dijadwalkan pada 17 September 2016 mendatang rombongan pertama jemaah Haji asal Garut akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,” pungkasnya. (Tim GE)***