Dua Dinas Saling Tuding Masalah Sampah di Sungai Ciparay, Bupati Segera Memanggil Keduanya

PEMKAB, (GE).- Dalam pemberitaan “GE” sebelumnya, sungai di Kampung Ciparay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut nampak lebih mirip tempat sampah daripada sebuah sungai. Bagaimana tidak, sungai yang seharusnya dialiri air, malah dialiri tumpukan sampah. Menanggapi persoalan sampah tersebut, dua dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut malah saling tuding terkait penanganan sampah tersebut.

Sudah sekian lamanya, sungai kecil yang melintasi jalan raya ini dipenuhi sampah rumah tangga yang berasal dari permukiman penduduk. Penumpukan sampah ini ditenggarai akibat dari minimnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, sehingga memilih untuk membuang sampah ke sungai.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, Guriansyah, mengatakan pihaknya tak berwenang mengangkat sampah yang menumpuk di sungai. Namun, pihaknya hanya berwenang mengangkut sampah dari tempat yang sudah ditentukan.

“Kalau kewajiban kami kan mengangkut sampah pada tempat yang sudah ditentukan di TPS. Adapun kalau ada masyarakat yang membuang sampah di sungai di saluran perairan itu bukan tanggung jawab kami, akan tetapi tanggung jawab bersama.” Tukasnya.

Dijelaskannya, masing-masing ada wewenang dan tanggung jawabnya. Jika persoalannya ada di sungai atau perairan itu ada dinas yang khusus menanganinya.

“Jika persoalannya di sungai atau perairan itu ada Dinas khusus yang menanganinya. Kami juga berharap dinas tersebut bukan hanya pas sudah diangkat trus ditempatkan dipinggir-pinggir sungai. Lantas dibiarkan, ya minimal menginformasikan kalau memang perlu bantuan kami untuk bisa diangkut.” Ungkapnya, Jumat (5/8/2016).

Sementara itu, Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut, Uu Saepudin, menegaskan, bahwa untuk mengurus sampah bukan kewenangannya.

“Kami (Dinas SDAP/red.) hanya bisa mengatur tentang kelancaran air. Jika ada sampah harusnya memang ada instansi lain karna itu sudah bukan air lagi ini kan sampah.” Tandasnya.

Ditemui usai melepas Prakerin Siswa di SMKN 1 Garut, Bupati Garut, Rudy Gunawan menegaskan, bahwa persoalan sampah tersebut adalah kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda). Bupati berjanji akan segera memanggil ke dua dinas tersebut, agar segera terjun ke lapangan untuk melakukan pembersihan.

“Ya, dua dinas itu akan saya panggil, itu adalah kewajiban pemerintah daerah. Memang untuk pengerukan sedimentasinya dilakukan oleh dinas SDAP. Tapi kalau pengolahan sampahnya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan juga oleh masyarakat. Tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tidak membuang sampah kedalam sungai. (Idrus Andriawan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN