DPRD Garut Belum Tersentuh Tes Urine, Mahasiswa Jadi Curiga

Aksi Mahasiswa PMII Garut di Bunderan Simpang Lima, mendesak BNNK agar melakukan test urine kalangan pejabat Garut.

TARKID, (GE).- Desakan masyarakat agar dilakukan test urine bagi kalangan pejabat pemerintahan Kabupaten Garut kini terus meningkat. Kali ini puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut, yang mendesak  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, untuk segera melakukan tes urine bagi para anggota DPRD Garut.

Desakan PMII ini dilakukan melalui audiensi di aula BNNK Garut, Jalan Patriot, Kamis (28/4/2016), setelah sebelumnya menggelar orasi di Bunderan Simpang Lima, Tarogong Kidul dengan penjagaan ketat aparat keamanan.

Mereka mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Garut, untuk segera melakukan test urine terhadap instansi pemerintah termasuk para Anggota DPRD Garut.

Ketua PMII Kabupaten Garut, Yogi, meminta pihak BNN tidak pandang bulu dalam melakukan test urine. Jangan sampai BNN melanggar intruksi presiden Republik Indonesia tentang pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Kenyataannya BNN Garut, tidak mampu dan tidak punya nyali dalam memberantas narkoba di Kabupaten Garut, termasuk melakukan tets urine pada anggota DPRD Garut. Untuk itu, Kami mendesak BNN Garut untuk segera melakukan test urine terhadap instansi pemerintah termasuk para legislatif,” tegasnya.

Menurut Yogi, dari hasil audensi dengan BNN Kabupaten Garut terungkap, belum dilaksanakannya test urine di lingkungan DPRD Garut, menurut Kepala BNN Kabupaten Garut, yaitu pihak DPRD Garut belum siap untuk dilaksanakan test urine.

“Terus terang saja kami juga sangat terkejut dengan adanya pernyataan Kepala BNN Garut seperti itu. Semestinya tidak mesti menunggu kesiapan, melainkan dalam melaksanakannya dengan mendadak. Kalau menunggu kesiapan sampai kapan pun tak akan siap. Saya jadi curiga, ada apa dengan DPRD Garut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Garut, Anas Saefudin menyatakan sudah memiliki rencana akan mengadakan test urine di beberapa instansi pemerintah termasuk dilingkungan DPRD Garut. Namun, Anas meminta media jangan dulu memberitakannya.

Dalam kesempatan itu pun, Anas mengungkapkan, belum dilaksanakannya test urine dilingkungan para wakil rakyat karena pihak sekretariatnya yang belum bersedia dilaksanakannya test urine tersebut.

“Sebenarnya kami sudah siap untuk melaksanakan test urine terhadap para anggota DPRD Garut. Namun karena belum ada kesiapan dengan alasan masih banyak kesibukan. Jadi test urine itu belum bisa dilaksanakan,” kata Anas kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya Kamis (28/4/2016).

Sementara itu, sampai berita ini dibuat belum ada tanggapan dari pihak sekretariat DPRD. Menurut informasi, sekretaris dewan, dan beberapa pejabat lainnya tengah menghadiri kegiatan di Jakarta.

Namun demikian, sebagaimana pernah diberitakan di media ini sebelumnya, pihak pimpinan DPRD menyatakan dukungannya terhadap rencana BNNK Garut untuk melakukan test urine bagi kalangan pejabat, termasuk para anggota DPRD sendiri. “Kami sangat mendukung rencana test urine di kalangan anggota dewan. Kami siap, kapan saja,” ujar Wakil Ketua DPRD Garut, Dadan Hidayatulloh, di media ini sebelumnya. (Slamet Timur)***