Dor ! Polisi Hentikan Aksi Jambret di Kawasan Kota Garut

KOTA, (GE).- Anggota Polres Garut terpaksa menghadiahi timah panas pada salah seorang tersangka pelaku kriminal. Tersangka yang kerap melakukan aksi jahatnya di kawasan kota Garut ini akhirnya berhasil diciduk setelah kakinya ditembus timah panas.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Sugeng Heryadi, mengatakan akhir-akhir ini warga Garut diresahkan dengan maraknyam aksi penjembretan. Pihaknya mengaku sering menerima laporan terkait aksi penjambretan.

“Dari laporan yang kami terima, aksi perampokan memang cukup marak akhir-akhir ini. Aksi pelaku terbilang nekad. Selain melakukan aksinya di wilayah perkotaan yang cukup ramai, juga dilakukan pada siang hari,” ungkapnya, di hadapan sejumlah awak media, Kamis (28/1/2016).

Menindaklanjuti maraknya laporan tersebut, jajaran Polres Garut kian meningkatkan patroli. Hasilnya, Senin (25/1/2016) lalu, petugas berhasil membekuk seorang pelaku penjambretan. Saat itu pelaku tengah melakukan aksinya di kawasan Jalan Karacak, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.

“Seorang pelaku penjambretan berhasil kami tangkap saat menjalankan aksinya di kawasan Karacak. Dari pengakuannya, selama Januari ini, dia telah melakukan 15 kali aksi penjembretan di wilayah perkotaan Garut,” katanya.

Diterangkan Sugeng, saat mau ditangkap, pelaku sempat berupaya melarikan diri. Tembakan peringatan yang diberikan petugas saat itu tak membuat niatnya untuk kabur surut sehingga petugas terpaksa mengarahkan tembakan ke arah kaki pelaku. Setelah kakinya terkena timah panas petugas, tersangka baru menyerah dan kemudian digiring ke Mapolres Garut.

Kepada petugas, tersangka yang berinisial AD ini mengaku telah sering melakukan aksinya. Bahkan kadang dalam satu hari tersangka bisa dua kali melakukan aksi penjambretan. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan saja, tersangka telah melakukan aksi penjembretan hingga 15 kali.

Menurut Sugeng, tersangka sendiri aslinya merupakan warga Kabupaten Karawang. Pada awal Januari lalu, dia menikah dengan seorang warga Garut. Sejak saat itulah tersangka pindah ke Garut dan melakukan serangkaian aksi penjambretan.

Dijelaskannya, modus yang dilakukan tersangka dalam menjalankan aksinya dengan cara menguntit calon korbannya menggunakan sepeda motor. Saat berada di tempat sepi, pelaku langsung merebut tas yang dibawa korbannya.

“Tersangka juga mengaku melakukan aksinya seorang diri. Lokasi penjambretan rata-rata dilakukan di kawasan perkotaan di antaranya Bunderan Leuwidaun, Jalan Guntur, Jalan Papandayan, Jalan Ciledug, Jalan Suci dan Jalan Karacak.

Lebih jauh Sugeng menambahkan, selain tersangka, polisi juga mengamnakn sejumlah barang bukti di antaranya satu unit sepeda motor yang dipakai tersangka untuk menjambret, dua buah helm, delapan STNK milik para korban, lima kartu ATM dan sejumlah uang tunai. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN