Dony Oekon Targetkan Bebas Sampah di Tahun 2020

Tasikmalaya – Dalam rangka untuk bebas sampah di tahun 2020, anggota DPR RI komisi VII dari fraksi PDI Perjuangan Dony Maryadi Oekon menggelar acara sosialisasi terkait  pengembangan sampah dalam pengelolaan infrastuktur hijau menuju bebas sampah 2020.

Kegiatan sosialisasi bersama masyarakat umum tersebut di gelar di Aula Gedung Graha mangkubumi kota Tasikmalaya.

Dony menyampaikan bahwa, adanya penyakit seperti diare, kolera dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari pengelolaan tidak tepat dan bercampur dengan air minum. Oleh karena itu untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut pengelolaan sampah harus dilakukan dengan cara yang tepat dan benar.


Lanjut Dony, membuang sampah pada tempatnya merupakan perbuatan baik dan positif yang harus di jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari agar menjadi teladan bagi yang lain. Untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah-sekolah hendaknya di sediakan tempat pembuangan sampah yang tertutup di ruangan serta adanya tempat pembuangan di sampah sekolah.

“Mulai dari sendiri, keluarga dan juga lingkungan untuk menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya. Selain itu alangkah baiknya kita membuat bank sampah sebagai langkah untuk pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat,” ujarnya.

Dony juga menyampaikan bank sampah bisa di jadikan solusi untuk mewujudkan pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola seperti ini, selain menjadikan warga menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan pemasukan dari sampah-sampah yang di kumpulkan.

“Pada september lalu, pemerintah menargetkan membangun bank sampah di 250 kota di seluruh Indonesia, apalagi menurut Mentri Lingkungan Hidup sampah sudah menjadi ancaman yang serius bila tidak di kelola dengan baik. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Dony dalam membentuk bank sampah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah pemisahan sampah sesuai dengan jenisnya yang di lakukan sejak dari sumbernya (rumah tangga), kemudian tiap rumah memiliki sarana untuk mengumpulkan sampah kering terpilah seperti plastik atau glansing. Ada juga yang membuat kesepakatan jadwal penjualan, membuat sistem administrasi dan juga memiliki pengepul dengan jadwal pengambilan rutin serta menyediakan pengurus bank sampah.

“semoga dengan bantuan 10 unit kendaraan sampah ini bisa membantu masyarakat baik untuk Kota Tasikmalaya maupun Kabupaten Tasikmalaya, tolong di jaga dan rawat kendaraan ini,” ujarnya usai memberikan bantuan 10 unit kendaraan sampah. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI