Dony Maryadi Gencar Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Garut

SAMARANG, (GE).- Dalam rangka menguatkan dan menanamkan 4 Pilar Kebangsaan di masyarakat, tentunya hal tersebut menjadi hal yang penting untuk dipahami dan juga di implementasikan di masyarakat. Oleh sebab itu, Dony Maryadi Oekon anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan dapil Kabupaten Garut, Kabupaten Tasik dan Kota Tasikmalaya, dirinya menyampaikan sosialisasi 4 Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Adapun acara sosialisasi tersebut di gelar Aula Kantor Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat yang dihadiri oleh tokoh pemuda, Agama, Pengurus PAC dari dapil lima serta simpatisan dari PDI Perjuangan.

“Pancasila merupakan ideologi bangsa yang digali dari buminya Indonesia, merupakan penuntun arah dalam mencapai tujuan bermasyarakat Indonesia yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berketuhanan. Pancasila merupakan kesepakatan luhur parapendiri bangsa dalam sidang BPUPKI dan menjadikan pancasila sebagai pondasi berdirinya Bangsa Indonesia” tutur Dony dalam paparannya, Sabtu (27/8/2016).

Dony juga menjelaskan pentingnya memahami dan mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika maupun UUD 1945 serta menjaga keutuhan NKRI dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya 4 pilar tersebut akan melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menghargai adanya perbedaan antara suku, agama, etnis melalui Bhineka Tunggal Ika.

Sedangkan nilai persatuan dan kesatuan akan terangkum dalam NKRI, sehingga akan melahirkan nilai-nilai saling menjaga dan memiliki rasa kebersamaan dalam menjaga wilayah NKRI.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan pengetahuan serta bisa di tanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya selaku anggota komisi VII DPR RI.

Acara tersebut berlangsung sekitar dua jam yang dihadiri sekitar 160 Orang peserta, selain paparan forum tersebut dibuka sesi tanya jawab yang dimaksudkan untuk memberi masukan terhadap anggota DPR RI tentang pemahaman empat pilar yang ada dimasyarakat luas. (Farhan SN)***