Dongkrak Perekonomian, Warga Desa Pancasura Kembangkan Peternakan Kerbau

Foto: Peternakan kerbau/ ilustrasi.Net.

GARUT, (GE).- Sebagai upaya untuk meningkatkat bperekonomian, sejumlah warga di Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, saat ini tengah bersemangat mengembangkan peternakan kerbau. Peternakan kerbau ini dinilai potensial untuk mendongkrak potensi perekonomian masyarakat.

“Ya, saat ini kami melakukan upaya bersama warga untuk mempercepat perkembangbiakan kerbau.  Kerbau memiliki nilai jual yang sama dengan sapi,” kata Saepulloh A Ridho yang tak lain Kepala Desa Pancasura, Senin (5/6/17).

Diungkapkannya, saat ini tak sedikit warganya yang beternak kerbau secara tradisional. Pemeliharaan ternak secara tradisional ini tentunya belum bisa dikatakan komersial, terlebih memberikan keuntungan dari penjualan kerbau.


“Dari ketidaktahuan itu,  kami menjelaskan bahwa kerbau bisa menjadi swasembada pangan yang sama seperti sapi, dan bisa menguntungkan,” katanya.

Dijelaskannya, persoalan warga terkait peternakan kerbau ini menjadi tanggungjawab desa. Pihak pemerintahan desa harus berupaya mendorong potensi peternakan kerbau, tentunya dengan meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Garut, telah berkunjung ke Desa Pancasura untuk membantu masyarakat mengembangkan peternakan kerbau. Pihak dinas juga memberikan cara penyuntikan hormon dan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik,” ungkapnya.

Diharapkannya, perhatian pemerintah daerah terhadap warganya itu dapat menumbuhkan potensi perekonomian desa di sektor peternakan kerbau. “Kami berharap warga bisa memanfaatkan kerbau peliharaannya dengan maksimal,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksie Produksi Bidang Peternakan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Iwan Aryanto mengakui, telah melakukan penyuntikan hormon dan IB pada hewan ternak kerbau di Desa Pancasura.

“Ya, daerah itu (Desa Pancasura/red.) memiliki potensi sumber daya alam yang bagus untuk pengembangbiakan kerbau, tetapi selama ini masyarakat belum menjalankannya secara maksimal,” tuturnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI