Dokter Bingung Tentukan Jenis Kelamin Muhamad Haqi

KADUNGORA, (GE).- Anak ini bukanlan aktivis LGBT, namun anak ini hanya bernasib malang saja. Adalah Muhamad Haqi (3) anak ke empat dari pasangan Ayi Rohendi dan Rita warga Kampung Rancasalak RT 3/2, Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut memiliki kelamin “meragukan” alias berkelamin ganda sejak lahir. Sungguh memilukan untuk buang air kecil saja anak ini harus dikeluarkan dari anusnya.

Menurut Rita sang ibunda bocah ini menuturkan, ia baru mengetahui ketika bidan yang membantu proses persalinannya, bahwa anaknya berkelamin ganda. Setelah melahirkan anaknya, sang bidan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Sempat diperiksa ke dokter spesialis kelamin. Ternyata alat kelamin anak saya tidak ada tulangnya. Dokter mengatakan, dari hasil pemeriksaan anak saya ini 70% laki laki dan 30% perempuan. Dokter seperti kebingunan, ia sempat menawarkan katanya bagaimana kalau dibikin perempuan, karena kalau dibuat perempuan gampang tapi tidak ada kantong rahimnya, kalau buah dada gampang bisa di suntik.” Ungkapnya, lirih.

Dikatakannya, untuk menentukan salah satu kelamin anak ini terlebih dahulu harus melaui proses oprasi. Jika tidak diporasi dan kalau harus buang air kecil dari anus bisa terjadi infeksi. Untuk melakukan oprasi ini tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Jangankan untuk biaya oprasi untuk makan sehari hari saja mengandalkan orang lain karena bapaknya hanya serabutan. Terpaksa waktu itu anak kami langsung dibawa pulang ke rumah. Memang kami punya kartu PPJS, tapi sudah lama PPJS tersebut tidak dibayar karena tidak punya uang.” Tuturnya, seraya terisak.

Sementara itu, Entis salah seorang kerabatnya, anak ini sangat memerlukan uluran tangan untuk membiayai oprasi kelamin, atau setidaknya ada donatur yang mau meluansi iuran BPJS nya.

“Ya, kasihan anak ini, sering kesaiktan karena harus buang air klencing dari anusnya. Sebenarnya Pak Kades Rancasalak, Puskesmas racasalak sudah berupaya melakukan koor dinasi dengan pihak Kecamatan untuk membantu anak ini. Salah satunya dengan mengurus BPJS yang sudah lama tidak dibayar.” Ungkap Entis.

Pihak keluarga berharap ada donatur yang ikhlas untuk membantu biaya oprasi anak malang ini.” Jika ada para donatur yang mau peduli mohon hubungi kami di no.hp 085223673669,” pungkasnya.(Kus Kuswara)***