Dituding Melecehkan Ulama, Ini Jawaban Bupati Garut!

PENDOPO, (GE).- Dituding telah melecehkan ulama dan didesak untuk melakukan minta maaf di hadapan publik, Bupati Garut H. Rudy Gunawan akhirnya angkat suara. Menurut Bupati, tudingan yang dilontarkan Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Garut, Rd. Iip Syafi’i hanya salah paham.

Bupati tidak menampik waktu itu dirinya menerima silaturahmi dari pengurus RMI-NU Garut. Waktu itu, tiga orang perwakilan RMI diterimanya di rumah dinasnya Pendopo Jalan Kabupaten Kecamatan Garut Kota.

Awalnya pertemuan itu berlangsung sebagaimana mestinya, namun entah kenapa sekarang jadi masalah seperti ini. Semua orang pasti tau, kata Rudy, dirinya tidak mungkin akan melecehkan ulama.

“Setiap orang pasti memiliki persepsi berbeda-beda. Oleh sebab itu permohonan maaf saya sudah disampaikan melalui surat,” kata Rudy.

Rudy mengaku tidak mau berpolemik dalam urusan ini. Secara umum dan terbuka dirinya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada RMI. Bahkan tidak hanya kepada RMI saja, permohonan maaf ini saya sampaikan kepada para ulama yang lain, kepada tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Garut yang tidak berkenan dalam pelayanan dirinya selama menjabat bupati.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada RMI secara terbuka. Walau pun persepsi setiap orang bisa berbeda-beda,” ujarnya.

Rudy menambahkan, secara khusu terkait permohonan bantuan dari RMI dirinya tak bisa mengabulkan secara serta merta. Pasalnya pemberian dana hibah itu sudah diatur dalam Permendagri 32 Tahun 2011.

“Saat itu RMI melaksanakan kegiatan yang bagus. Saya pun datang pada kegiatannya. Namun mereka tak memiliki biaya. Saya mohon maaf jika tidak bisa merespon,” ungkap Rudy.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Garut secara tidak langsung mengusir salah seorang Ulama Pimpinan Pondok Alfadilah Limbangan yang sekaligus Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Garut. Pimpinan Pondok Pesantren Alfadilah Limbangan, Rd. Iip Syafi’i mengaku, dirinya pernah datang ke Pendopo Garut bermaksud untuk silaturahmi dengan Bupati Garut Rudy Gunawan. Namun entah apa alasannya Bupati malah uring-uringan saat menerima kunjungan dari perwakilan organisasi RMI-NU.

Iip melanjutkan, setelah berbicara seperti itu, Bupati langsung beranjak dari tempat duduknya. Kemudian membukakan pintu seolah-olah agar tiga orang perwakilan RMI-NU segera beranjak dari Pendopo.

Merasa diperlakukan secara tidak hormat, RMI-NU Kabupaten Garut akhirnya merespon dengan melakukan berbagai upaya islah. Namun sampai saat ini, belum mendapat jalan keluarnya. Sehingga, Kamis (10/12/2015), RMI-NU melayangkan surat langsung kepada bupati terkait perlakuan kurang santun yang dilakukan orang nomor satu di Garut. Dalam surat tersebut, RMI-Nu menuntut agar Bupati Garut, Rudy Gunawan, melakukan permohonan maaf kepada PC RMI-NU.

Namun saat RMI-NU akan menyampaikan surat, Bupati Garut, Rudy Gunawan sedang berada di luar negeri. Sehingga surat tersebut hanya diterima oleh Kepala Bagian Agkesra Pemkab Garut. (Farhan SN)***