Dituding “Kuuleun, Anggota DPRD Garut Siap Buktikan Karya

DPRD, (GE).- Satu minggu belakangan ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut ramai diperbincangkan warga. Pemicunya adalah kritikan sejumlah aktivis yang menuding DPRD Garut “Kuuleun” yang dimuat di sejumlah media massa.

Menanggapi kritikan terkait buruknya kinerja DPRD Kabupaten Garut dalam membuat Peraturan Daerah (Perda) inisiatif oleh sejumlah elemen masyarakat diterima anggota dewan. Meski begitu DPRD mengaku sudah bekerja semaksimal mungkin.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Garut, Deden Sopian, menyebut jika saat ini DPRD tengah merumuskan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berasal dari inisiatif anggota dewan. Pihaknya menerima semua kritikan yang ada dan akan melakukan evaluasi.

“Terima kasih atas semua masukannya. Adanya tekanan dari masyarakat akan mengubah kinerja kami untuk terus meningkatkan,” ucap Deden saat dihubungi, Kamis (28/7/2016).

Deden menjelaskan, tiga Raperda inisiatif yang saat ini tengah dibahas yakni Raperda perlindungan lingkungan hidup, corporate social responsibility (CSR), dan perlindungan buruh. Dalam waktu dekat, sejumlah Raperda itu akan ditetapkan menjadi Perda.

“Diharapkan dua bulan ke depan sudah bisa selesai (pembahasan Raperda). Ketiga Raperda ini bukan alibi dari kami untuk menjawab berbagai kritikan. Tapi kami perlihatkan kinerja dari dewan,” ujar anggota Fraksi Golkar itu.

Selain akan mengesahkan tiga Raperda itu, dewan juga akan membahas Raperda pembuatan susunan organisasi tata kerja (SOTK) serta perlindungan perempuan dan anak yang diajukan pemerintah. Semua Raperda itu diharap Deden bisa menjawab keraguan berbagai pihak. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN