Ditargetkan Masuk 10 Besar Poprov Jabar XIII/2018. KONI Minta Rp 4,5 M, Pemkab hanya Mengabulkan Rp 1,5 M. Bagaimana ini?…

SUASANA audeni para pengurus KONI Kabupaten Garut dengan jajaran Ketua Komisi A dan Komisi D DPRD Garut, di Ruang Sidang Paripurna, Kamis (16/3/17). (Jay/GE)***

GARUT, (GE),- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, H. Ato Hermanto, mengaku bingung. Pasalnya, dari Rp 4,5 miliar nilai anggaran yang diajukan KONI guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar  XIII/2018, pihak Pemkab Garut hanya mengabulkan Rp 1,5 miliar.

Padahal, kata H. Ato, sebelumnya Bupati Garut, Rudy Gunawan, sudah berkomitmen dengan pencanangan KONI.

“Sebelumnya kita kan sudah membuat komitmen bersama, bahwa tahun 2018 sebagai tahun prestasi. Dan Bupati setuju dengan proposal yang diajukan KONI. Kami sendiri sekarang bingung, sebab tidak tahu bagaimana tiba-tiba bisa muncul angka Rp 1, 5 miliar?” tandas H. Ato, usai acara audiensi unsur KONI dengan DPRD di Ruangan Paripurna, Kamis (16/3/17).


Kedatangan unsur KONI ke gedung dewan Kamis sore itu untuk meminta dukungan para anggota DPRD Garut, khususnya dari Komisi A dan Komisi D, agar pengajuan anggran Rp 4,5 miliar tersebut dikabulkan. Mengingat target yang dibebankan kepada KONI harus masuk 10 besar pada Porprov XIII yang akan berlangsung di Bogor itu.

H. Ato menilai, munculnya angka Rp 1,5 miliar sebagai bentuk tidak adanya upaya komunikasi, sehingga diketuknya anggaran KONI sebesar itu. Padahal, angenda persiapan kian mepet, dan sangat tidak mungkin jika harus menunggu anggaran perubahan.

“Saya tidak suka kalau anggaran diada-ada, seadanya. Seolah-olah tidak ada rencana untuk jangka panjang. Padahal, bulan ini sampai bulan depan kita sudah marathon melakukan perisapan untuk Porprov tahun depan. Sementara anggaran yang disiapkan tidak mencukupi. Kalupun dipaksakan dengan anggaran yang morat-marit seperti itu, tentu akan berdampak para raihan prestasi para atlet. Jadi, jangan salahkan kami kalau pada akhirnya target prestasi atlet tidak bisa diraih,” tandas H. Ato, didampingi Sekretaris KONI Garut, H. Abdusy Syakur Amin.

Lebih jauh, H. Ato menerangkan, munculnya angka Rp 4.5 miliar untuk perisapan Perpov bukan tanpa dasar. Pihak KONI Garut sudah menyusun dari mulai kebutuhan cabor dan lainnya sehingga muncul angka nominal sebesar itu.

Kehadiran pengurus KONI dan para pengurus cabor, diterima langsung oleh Ketua dan Sekretaris  Komisi A, H. Alit Suherman, dan Dadang Sudrajat.  Ketua Komisi D, Asep D. Maman, serta Asda III, Yati Rohayati.

Alit Suherman  berjanji akan memperhatikan berbagai keluhan dan keinginan yang disampaikan pengurus KONI Garut.

“Semua yang dikeluhkan tadi, akan kami sampaikan kepada Pimpinan DPRD maupun Bupati Garut,” janjinya. (Jay/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI