Ditanya Soal Petaka Tragis, Farhan Sebut Sang Ayah sedang Tidur di Surga

    FARHAN duduk di pangkuan sang ibu, saat "GE" berkunjung ke rumahnya minggu lalu. (Donimelodisurya/GE)***

    FARHAN Fauzi (6), bocah yang tempo hari kisah pilunya sempat membuat haru para pengguna jejaring WhatsApp, hingga  kini belum bisa penuh melupakan petaka tragis saat ia harus menyaksikan sang Ayah menghembuskan nafas terakhirnya di belakang kemudi mobil yang dikendarainya.

    Adalah Sutarjo (45), pria tangguh pahlawan bagi keluarga kecil Farhan, kini pergi untuk selama-lamanya. Berceloteh manja di teras rumah serta kebiasaan mengusap kepala Farhan saat ia hendak berangkat bekerja, tinggal sebait dongeng mesra yang tersisa. Tak ada lagi pelukan hangat dan tawa yang selalu menjadi sumber kebahagiaan bocah yang kini menyandang status yatim itu.

    Dari cerita warga sekitar Kampung Regol, Desa Sindangprabu, Kecamatana Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sutarjo dikenal sebagai sosok bapak yang baik dan rajin beribadah. Saking sayangnya kepada sang buah hati, almarhum nyaris tak pernah melewatkan masa-masa senggangnya untuk membahagiakan Farhan.


    “Ah… moal aya nyaahna ka budak, Mang Tarjo mah. Tiap pulang kerja pasti saja ia bawakan anaknya oleh-oleh, kemudian mengajaknya jalan-jalan dan mengantar mengaji,” tutur Asep, tetangga almarhum.

    Di rumah bilik bambu berukuran 8 x 7m tempatnya bermukim, tangis Farhan kembali pecah dalam dekapan Tarmianah, sang ibunda, saat menerima layatan tim GE, Rabu (2/3/2017). Murung di wajah Tarmianah, Farhan dan seluruh keluarga almarhum, mengisyaratkan butiran air mata yang belum jua mengering hingga hari ke-3 kepergian Sutarjo.

    Tak banyak ucapan yang keluar dari bibir Tarmianah maupun Farhan. Hanya isyarat kehilangan begitu besar. Terlebih bagi Farhan yang harus kehilangan pigur terhebat sepanjang hidupnya.

    Tarmianah yang praktis menyandang setatus janda pascakepergian suaminya, kini harus berjuang keras mencari pekerjaan demi mengidupi masa depan anak semata wayangnya itu . Dalam curahan sedihnya tersebut, ia hanya memohon doa kepada para pelayat yang hadir agar suaminya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

    “Nyuhunkeun duana we ti sadayana kange apana Farhan. Karunya, ayena Farhan janten anak yatim . Sing soleh bageur nya,” lirihnya sambil berulang-ulang mencium kepala Farhan yang saat itu hanya bisa larut dalam pelukan sang ibu.

    Ada suasana mengharukan saat Farhan perlahan mencoba bangkit dan menyeka air mata dengan sikut tangannya yang mungil. Sambil terbata-bata, tiba-tiba ia berkata,  ” Mah.., bapa mah nuju bobo di surga nya mah? ” celoteh Farhan sambil menatap ke arah ibunya.

    “Farhan mah upami engke tos ageung  hoyong jadi pulisi, ambeh tiasa nulungan batur jiga kamari ( waktu Farhan ditolong pihak Polsek Kawali, Ciamis. Red )”.

    Sang ibu yang saat itu mendengar celoteh Farhan, mencoba menahan tangis membalas tatapan anaknya dengan usapan lembut di wajah sambil berusaha melempar senyum dan menganggukan kepala.

    Diberitakan sebelumnya, Farhan adalah bocah malang yang ditingal tewas sang ayah di dalam mobil di daerah Kawali Ciamis, Jawa Barat. Farhan kala itu ikut bersama sang ayah berangkat berjualan keliling dari Garut menuju Ciamis.

    Tragis. Saat itu Sutarjo menemui ajalnya di belakang kemudi saat hendak melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya mampir di sebuah musala untuk menunaikan salat asar.

    Kesaksian ini diceritakan Acip, adik sulung Sutarjo. Menurutnya, ia mendapat kabar dari saksi di TKP. Saat itu, kata Acip, almarhum kakanya sempat menunaikan salat asar dan beristirahat sejenak di sebuah warung.

    Namun ketika hendak melanjutkan perjalanan, Sutarjo diduga terkena serangan jantung dan tewas disaksikan Farhan sang buah hati.

    “Ini adalah takdir Allah SWT. Insyallah kami di sini sudah ikhlas. Soal masa depan Farhan, sekuat tenaga kami akan besarkan sama-sama.  Mohon doanya buat almarhum kakak saya dan Farhan. Tidak lupa saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah datang melayat, baik dari pihak pemerintahan, kepolisian maupun masyarakat. Semoga semuanya menjadi pahala kebaikan,” ungkapnya.

    Kisah pilu yang sempat dimuat disitus online Garut Express.com  tempo hari ini, telah mengundang reaksi simpati dan di-like ribuan pengunjung . Beragam kalimat doa pun hadir dalam bentuk komentar mengiring kepergian almarhum dan untuk masa depan Farhan. (Donimelodisurya)

    Editor : SMS

    TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI