Dispenda : 90 Ribu Lebih Ranmor di Garut Belum Bayar Pajak

PEMKAB, (GE). – Lebih dari 90 ribu kendaraan bermotor (Ranmor) di Garut tidak melakukan daftar ulang hampir setiap tahunnya. Dengan demikian, sejumlah itu pula Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kehilangan potensi pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Menurut Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Cabang Pelayanan Garut, potensi pajak kendaraan di Garut memang masih sangat besar untuk bisa dioptimalkan.

Tahun ini saja ada 90 ribu lebih kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU).
Kepala Cabang Pelayanan Dispenda Provinsi Wilayah Garut, H. Mochamad Eri Ruyani, menjelaskan, saat ini bagi hasil pendapatan pajak kendaraan yang diterima Garut sebesar 30 persen atau Rp 70 miliar.

Saat ini, kata Eri, masih banyak warga Garut yang memiliki kendaraan dengan plat nomor luar Garut, sehingga otomatis mereka tidak membayar pajak untuk Garut. “Memang banyak kendaraan yang plat Bandung atau Jakarta. Jadi bagi hasilnya memang tak terlalu besar. Untuk Provinsi sendiri, kami dapat Rp 210 miliar,” ujar Eri, Minggu (4/9/2016).

Eri menambahkan, rencananya pendapatan dari sektor pajak kendaraan akan sepenuhnya dikelola daerah. Jika telah dilimpahkan, maka pajak kendaraan bisa menjadi salah satu pemasukan bagi daerah.

“Potensinya memang sangat besar. Sudah ada rencana akan dikelola daerah. Tapi belum tahu waktu pelaksanaannya,” ucapnya.

Hingga bulan Juli, lanjut Eri, ada 350 ribu kendaraan yang terdaftar di Garut. Delapan persen di antaranya merupakan kendaraan roda empat. Pihaknya pun saat ini tengah gencar mengajak warga untuk melakukan daftar ulang.

“Per tahunnya besaran yang KTMDU itu sebesar 90 ribu. Stabil angkanya sebesar itu. Tidak pernah kurang dari itu,” katanya.

Eri menambahkan, jika kendaraan warga Garut dialihkan menjadi nomor Polisi Garut tentunya bisa menambah pemasukan daerah. Bupati Garut pun telah mengajak Dispenda Jabar untuk menyosialisasikan peralihan tersebut.

“Pak Bupati memang sudah minta biar dialihkan. Kami juga akan membantu sosialisasi ke masyarakat. Sekarang kan bayar pajaknya juga sudah online, jadi banyak kendaraan luar Garut yang daftar ulang di Garut,” ujarnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menuturkan saat ini pendapatan pajak dari kendaraan memang masih kecil. Pasalnya saat ini pihaknya harus berbagi dengan Provinsi.

Dari informasi yang didapat dari Dispenda Jawa Barat, menurut Rudy besaran pajak kendaraan per tahunnya bisa mencapai Rp 300 miliar. Jumlah tersebut akan menjadi pemasukan terbesar jika telah dikelola daerah.

“Saya juga minta kepada warga Garut untuk dialihkan plat kendaraannya. Apalagi jika sehari-hari diam di Garut. Biar menjadi tambahan pemasukan untuk Garut,” ucapnya. (Slamet Timur).***