Disesaki PKL, Car Free Day di Garut Lebih Mirip Pasar Kaget

Suasana Car Free Day di kawasan Jalan Jenderal A. Yani, Garut kota (Pengkolan), Minggu (07/01/2018)/ foto: Rangga/GE.

GARUT, (GE).- Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HKBP) atau Car free Day (CFD), sedianya bertujuan untuk mensosialisasikan akan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor, bebas polusi dan area berolahraga.

Di Kabupaten Garut sendiri CFD  berlangsung setiap hari Minggu di kawasan Pengkolan, Jalan Jenderal A Yani,  Garut kota. CFD yang dibuka mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB ini di Garut telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

TAMPAK hiruk-pikuk pengunjung dan pedagang di Car Free Day kawasan Garut kota, Minggu (07/01/2018)/ foto: Rangga/GE.***

Dari pantauan di lapangan, CFD di  Garut lebih mirip pasar kaget daripada kawasan bebas polusi.CFD seolah menjadi wisata belanja, dan kuliner di kota dodol ini. Bagi pedagang kaki lima (PKL) keberadaan CFD di kawasan Pengkolan ini menjadi berkah tersendiri untuk mendulah rupiah.


Menurut Agus (40) salah seorang di CFD, dalam seminggunya ia bisa meraup keuntungan hingga dua kali lipat lebih dari hari biasanya. “Ya, di Car Free Day ini lebih laris aja dari hari biasanya,” ujarnya, Minggu (07/01/2018).

Sementara itu, Ani (35) salah seorang pengunjung mengatakan CFD baginya merupakan tempat jalan jalan sambil memuaskan hasratnya untuk berbelanja. “Enak, buat saya selain jalan jalan, juga bisa belanja kebutuhan,” ujar Ani.

Sutrisno (45) salah seorang pengunjung lainnya berbendapat, maraknya PKL  di acara car free day Garut sangat mengganggu bagi pengunjung  yang bermaksud akan berolah raga. Pasalnya, dengan kondisi jalan yang disesaki pedagang jelas mengganggu , bahkan untuk sekedar keliling bersepeda pun sulit.

Menurutnya, pandangan masyarakat terkait maraknya PKL di car free day Garut, variatif. Sudah menjadi tradisi umum di mana-mana khususnya di kabupaten Garut , disitulah banyak pedagang. “Harapan saya sebaiknya car free day di kota Garut ini berfungsi sebagaimana fungsi sejatinya,” pungkasnya. (Rangga)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI