Disebut Pernah Tinggal di Karangpawitan, Terduga Bomber Kampung Melayu Ternyata Tak Dikenal Warga Sekitar

Beberapa aparat keamanan dari TNI-Polri tampak memeriksa ruamh yang diduga pernah dikontrak Bomber Kampung Melayu, Kamis (25/5/17)/ foto: Andriawan/GE.

GARUT, (GE).- Salah seorang terduga pelaku bom di Kampung Melayu, Jakarta Utara, kemarin (24/5/17) disebut-sebut ternyata pernah bermukim di Kabupaten Garut. Menurut pihak kepolisian terduga bomber pernah mengontrak rumah di wilayah Kecamatan Karangpawitan Garut, sebelum pindah ke Bandung bersama keluarganya.

Saat tim “GE” menelusurinya, ternyata warga sekitar dan pemilik kosan tidak mengetahui nama yang bersangkutan. Saat melakukan pemeriksaan di kawasan tersebut tampak sejumlah aparat berpakaian preman dari Polres dan anggota TNI, Kamis (25/5/17). Sejumlah aparat tampak memeriksa dua tempat kontrakan yang diduga pernah dijadikan tempat tinggal bomber Kampung Melayu.

Sementara itu, tempat kontrakan yang didatangi aparat kepolisian itu persisnya di Kampung Negla, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan Garut. Namun saat aparat menanyai kepada pemilik kosan, apakah rumahnya pernah dikontrak oleh Ahmad Sukri. Ternyata pemilik rumah kosan tersebut mengaku tidak mengenalnya.


Menurut Sihabudin, ketua RW setempat, aparat kepolisian masih terus berupaya melakukan pengembangan terhadap tempat persembunyian terduga bomber  Kampung Melayu.

“Ya, polisi juga menghimbau kepada RT dan pihak desa agar mengawasi orang asing yang hendak mengontrak rumah di wilayah masing-masing,” katanya. (Andriawan)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI