Disdukcapil: Warga yang Belum Rekam e-KTP Hingga Akhir September (2016) Akan Dinonaktifkan

SUASAN di kompleks kantor Disdukcapil Kabupaten Garut tampak ramai oleh warga yang ingin melakukan proses perekaman e-KTP. Kamis (14/09/2016) Dief "GE"

TARKI, (GE),– Hiruk pikuk diluncurkannya pembuatan e-KTP terus bergulir, dan mau tidak mau membuat warga sibuk untuk mengantri. Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, H. Atang, mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan perekaman pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (e-KTP).

H. Atang menegaskan, jika hingga batas akhir perekaman e-KTP pada akhir September 2016 datanya belum masuk ke data base di pusat, maka data kependudukan yang bersangkutan bisa dinonaktifkan.

“Jika sampai 30 September nanti tidak juga direkam, maka datanya akan dinonaktifkan,” kata H. Atang di ruang kerjanya, Kamis (15/09/ 2016).

Disebutkannya dari seluruh penduduk Garut yang sudah wajib e-KTP, masih ada sekitar 17 persen yang belum melakukan perekaman. Masyarakat dihimbau untuk segera melakukan perekaman di daerahnya masing-masing.

Atang menyebutkan, untuk mengurus pembuatan e-KTP setelah batas waktu tersebut berakhir, pengurusannya akan lebih sulit.

” Bagi yang belum merekam, supaya segera agar tercatat di pusat. Nanti kalau sudah dinonaktifkan akan lebih sulit, karena harus diverifikasi dulu oleh dinas,” tandasnya.

Jelang batas akhir perekaman e-KTP pada 30 September mendatang, kantor Disdukcapil setiap hari dipadati masyarakat yang hendak membuat KTP.” Dengan adanya informasi batas akhir perekaman, setiap hari bisa mencapai 800 orang. Sedangkan yang bisa terlayani hari itu hanya 400 sampai 500,” ungkapnya.

Ditambahkannya, meski sudah ada informasi di media massa mengenai adanya perpanjangan batas akhir perekaman hingga pertengahan Tahun 2017, namun pihaknya belum menerima surat resmi dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil. (Dief).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN