Disambut Gemuruh Takbir, Ribuan Santri Ciamis Peserta Aksi “212” Tiba di Malangbong Hari Ini

MALANGBONG, (GE).- Dengan berjalan kaki, ribuan santri dari Ciamis yang hendak mengikuti aksi damai pada Dua Desember (212) atau Aksi Bela Islam Jilid III di Jakarta, akhirnya tiba di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Selasa (29/11/2016)

Aksi long march ribuan santri dengan menempuh perjalanan kurang lebih 55 km dari Ciamis hingga Malangbong Garut ini tiba sekira pukul 17.00 WIB. Saat tiba di Malangbong, peserta aki disambut antusias kaum Muslimin setempat dengan gemuruh pekik Takbir, mengagungkan Asma Alloh.

Sebelum melanjutkan perjalannya menuju Bandung, peserta aksi bela Islam ini terlebih dahulu melaksanakan shalat ashar berjamaah di Masjid Besar Al-Ilyas, Kecamatan Malangbong. Saat berlangsungnya iring iringan peserta aksi, sejumlah petugas dari Polres Garut tampak melakukan pengawalan serta mengatur arus lalulintas.


” Ya, ribuan santri yang telah menempuh perjalanan panjang tersebut akan beristirahat terlebih dahulu dan melaksanakan shalat ashar,” ungkap Ustadz. Tatang, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Malangbong, Selasa (29/11/2016) petang, kepada sejumlah awak media.

Dikatakannya, usai beristirahat dan shalat ashar, rombongan akan kembali bergerak menuju arah Kecamatan Limbangan. Kemungkinan besar perserta bela Islam ini akan menginap di Kecamatan Limbangan dan keesokan harinya akan bertolak ke Bandung.

Allhamdulilah para perserta long march dalam keadaan sehat setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang,” tandasnya.

Ustadz Tatang menegaskan, dengan semangat membela Islam, ribuan santri ini tidak akan gentar walaupun harus melakukan perjalanan jauh.

“Bahkan tadi kita pada dengar, kalau niat mereka tulus ingin memperjuangkan Islam. Setelah sebelumnya Al Quran dan ulama kita dinistakan oleh orang yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka. Namun anehnya masih berkeliaran,” tuturnya.

Abdullah, salah seorang santri peserta aksi mengatakan, aksi yang dilakukannya sekarang ini merupakan “Jihad” untuk memperjuangkan dan menegakan syariat Islam. Terlebih setelah mendapatkan penistaan dari Ahok.

” Kami tidak akan mundur dan pantang untuk pulang, untuk bisa sampai di Jakarta, untuk ikut serta Bela Islam jilid III,” tegasnya, seraya meneriakan Takbir.

Diakuinya, dirinya bersama ribuan santri lainnya tidak akan mengenal lelah, walaupun cuaca hujan mengguyur. ” Ya sedikit pegal dan lecet itu bukan menjadi penghalang, ini buat membela Islam dari penghinaan kaum kufar.” tandasnya. (KIM)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI