Dirumorkan Berpasangan dengan Daniel, Nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar Ditentukan Awal Oktober

GARUT, (GE).- Beredar surat edaran penetapan Cagub dan Cawagub Pilkada Jawa Barat yang menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien. DPD I Golkar Jawa Barat belum menerima fisik surat tersebut ditambah belum ada informasi apapun dari DPP Golkar.

“Sebagai ketua DPD I Golkar Jawa Barat saya belum menerima surat apalagi informasi dari DPP, mohon bersabar dulu ya para wartawan ini, ” ungkap Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika ditemui di Rumah Dinasnya Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta. Jumat (22/9/17).

Istimewa.*

Selain itu Dedi pun menjelaska bahwa dalam pembahasan sejumlah rapat Golkar dari juni hingga Agustus 2017 lalu belum ada pembahasan terkait pencalonan di Pilgub Jabar.


“Dasar suratnya seperti apa masalahnya dari dalam rapat pembahasan pencalonan yang ada juga rapat agustus itu pembahasan bakal calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur,” pungkasnya.

Selain itu surat yang beredar pun sempat dipertanyakannya,pasalnya kondisi Ketua umum Golkar Setya Novanto yang masih dalam kondisi sakit.

“Masa iya?bukannya pak Setnov baru operasi jantung kok bisa membuat keputusan dan sempat – sempatnya membuat keputusan pencalonan Gubernur dan wakil gubernur,” ujar Dedi.

Sedangkan terkait langkah kedepan sambil berseloroh Dedi menuturkan bahwa dirinya tinggal langkah jalan saja.

“Langkahnya ya dari sini kedepan karena hari ini hari jumat langkahnya langsung ke masjid saja,lagian nanti itu urusan DPD I dan teman – teman yang lain,” selorohnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil berencana akan deklarasi pada tanggal 1 oktober mendatang. Menurut Ridwan Kamil, dirinya hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lainnya.

“Kepastian nanti tanggal 1 oktober kalau tidak ada halanagn PKB akan deklarasi, kita tunggu kabar saja,” ujarnya usai menyerahkan bantuan rumah tapak bagi korban banjir bandang di Desa Lengkongjaya Kecamatan Karangpawitan, kemarin (21/9/17).

Saat ditanya dengan siapa Kang Emil akan berpasangan, dirinya menyampaikan semuanya tinggal menunggu. Karena sebelum ada tanda tangan basah yang dituangkan dalam SK maka semuanya belum resmi.

“Baru dua partai yang sudah resmi yaitu NasDem dan PKB. Sebelum janur kuning melengkung itu belum pasti, apapun partainya bagaimana cara nya jadi pemimpin yang bermanfaat, karena saya punya cita-cita untuk mengurusi 46 juta penduduk,” katanya.

Emil mengaku enggan menyebutkan dengan siapa yang akan menjadi pasangannya karena masih menunggu kepastian koalisi yaitu partai mana saja yang akan mendukung dirinya. Sehingga setelah jumlah kursi sebagai persyaratan pencalonan sudah terpenuhi baru akan menyampaikan dengan siapa dirinya akan berpasangan. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI