Dinkes Garut Akan Batasi Perizinan Produk Makanan yang Tidak Memenuhi Standar Kesehatan

PEMKAB, (GE).- Buruknya pola makan yang tidak sesuai standarisasi kesehatan merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit. Khusus di Kabupaten Garut, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Garut, dr. Tenni Swara Rifai kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ditenggarai masih minim.

Akibat rendahnya kesadaran akan kesehatan, bukan hanya penyakit berbasis lingkungan, seperti Inspeksi Saluran Pernafasan (ISPA), diaere, DBD dan gatal gatal yang mengancam warga Garut. Di samping itu, rendahnya pola hidup sehat ini dan buruknya pola makanan juga menjadi ancaman potensial akan timbulnya berbagai penyakit.

“Ya, pola makan yang tidak sehat sangan potensial mengundang berbagai jenis penyakit berbahaya. Misalnya kencing manis, darah tinggi, jantung dan yang lainnya, Jadi, ya harus diwaspadai,” ungkapnya.

Dikatakannya, penyebaran berbagai penyakit tersebut berpotensi menyebar bukan hanya di kawasana padat penduduk seperti di kawasan Garut kota. Di beberapa kecaman lain, semisal Kecamatan Tarogong dan Karangpawitan juga berpotensi, jika warganya tidak mengubah kebiasaan buruknya.

“Beberapa wilayah memang sangat potensial dalam penyebaran penyakit akibat pola makan yang tidak sehat. Untuk itu harus kita waspadai,” Ungkap Kadinkes yang akrab disapa Aa Tenni, Senin (19/09/2016).

Kadinkes menyebutkan, saat ini banyak makanan yang mengandung zat berbahaya seperti pemanis buatan,khususnya pada makanan siap saji. Untuk meminimalisir hal itu, selain melakukan pengawasan terhadap komoditi makanan yang diproduksi oleh sebagian besar home industry.

“Untuk upaya meminimalisirnya, kita (Dinkes Garut/red.) akan membatasi proses perizinan pembuat produk makakanan apabila tidak memenuhi stansar kulaifikasi kesehatan.” Tndasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN