Dinilai Tak Layak, Dua Stadion di Garut Segera Direhab Mirip GBLA

Kondisi stadioan Jaya Raga di Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut./foto: Alle/GE.

GARUT, (GE).- Sejumlah kalangan belangan mengeluhkan kondisi lapangan sepak bola di Garut yang layak untuk digunakan pertandingan resmi. Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut, ada dua lapang sepak bola yang akan direhab besar-besaran. Kedua lapangan sepak bola tersebut yaitu lapang Jayaraga di Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul serta lapang Ibrahim Adjie di Kecamatan Cikajang.

“Anggaran perbaikan kedua lapang itu sudah cair tinggal pengerjaanya saja. Nilainya diatas Rp 2 miliar. Pemda juga sedang membangun sarana olahraga lainnya di kawasan Jati termasuk lapangan sepak bola yang bagus. Kalau perbaikan lapang stakeholdernya ada di Dispora,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kemitraan Sarana dan Prasarana (KSP) pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Yana Kuswandi, menjelaskan untuk perbaikan lapang Jayaraga sudah tayang lelang. Sekarang tinggal menunggu nota dinas dari ULP siapa pemenang lelangnya saja.


“Kita punya 100 hari kerja, Insya Allah akan tuntas pada Desember nanti,” kata Yana di kantornya, Kamis (17/8/2017).

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi terjadinya banjir dari aliran air yang berada di luar lapang, maka permukaan lapang Jayaraga akan dinaikan dengan elevasi setinggi 60 sentimeter. Selanjutnya dibawah lapang akan ada saluran air dan akan ditanami rumput sekelas yang dipasang di stadion GBLA Bandung. Diharapkannya, jika hujan kondisi lapang tidak tergenang, dan saluran buang air akan dibuang ke daerah utara hingga daerah Ciateul.

“Jadi buangan air itu tidak ke saluran jalan Cimanuk. Nah nanti mengenai drainase di luar lapang, kita koordinasi dengan pihak PUPR,” tukasnya.

Yan menyebutkan, Pemda Garut telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk perbaikan saluran air dan rumput lapang Jayaraga, dan Rp 500 juta untuk perbaikan lapang Ibrahim Ajie. “Nanti di tengah lapang ada drainasse yaitu di bawah rumput, setelah dipasang saringan dengan media batu split, pasir. dan jenis pasir lagi berikut pipa saluran. Kalau di lapang Jayaraga kita pakai rumput sama seperti Stadion GBLA yaitu rumput Zoyzia Matrella Lin Mer. Kalau di Cikajang pake rumput sejenis gajah pili yang kwalitasnya bagus,” urainya.

Sedangkan untuk perbaikan sarana olahraga (SOR) Merdeka Kherkop, dan lapang Priangan Rancabango, Yana memastikan pengerjaanya dibatalkan dengan alasan adanya efisiensi anggaran.

“Kita menekan anggaran Rp 1,8 Miliar, nah untuk Rp 1 Milyar yang tadinya untuk kerkhof jadi batal, dan Rp 800 juta an untuk yang lain-lainnya juga dibatalkan. Kita akan mencoba ajukan pada anggaran perubahan atau anggaran murni 2018,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, peserta Super Jalapa Liga III Jawa Barat wilayah Priangan mengeluhkan kondisi lapang Merdeka Kherkop yang tidak layak digunakan ajang resmi PSSI. (Alle)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI