Dinilai Pedulian Lingkungan, Pemkab Garut Hadiahi Ormas GAS Sebuah Penghargaan

GARUT,(GE).- Mungkin tidak banyak yang mengetahui sepak terjang ormas yang satu ini, terutama dalam hal kepeduliannya kepada lingkungan. Adalan Gabungan Anak Sunda (GAS), ormas yang satu ini belakangan gencar mengkampanyekan sadar lingkungan, termasuk kesiapsiagaan tatkala menghadapi bencana.

Dinilai akan kepedualiannya terhadap lingkungan, Pemerintah Kabupaten Garut, akhirnya secara khusus memberikan penghargaan kepada GAS. Simbolisasi pemberian penghargaan untuk GAS ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se dunia dalam apel pagi gabungan di lapangan Sertda Garut, Senin (23/7/2018).

Mulyono Khadafi, salah seorang perintis berdirinya GAS, menyatakan rasa bangganya, terlebih penghargaan itu diperolehnya dengan perjuangan yang berliku-liku.


“Bagaimana meyakinkan masyarakat agar sadar akan lingkungan sekitarnya, saya anggap ini sebuah tantangan paling berat,” ujar Mulyono, saat dimintai tanggapannya usai menerima penghargaan tersebut.

Menurutnya, Kabupaten Garut sebagai daerah rawan bencana, terutama hydrometeorologi, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan. Lalu diikuti oleh bencana tectonic geophysical seperti gempa, tsunami dan gunung meletus.

Sebuah survey di Jepang menunjukkan kebanyakan korban selamat dari bencana karena faktor kesiapsiagaan diri mencpai 35%. Lalu diikuti oleh faktor bantuan yang datang dari anggota keluarga sendiri (31,9%), dari tetangga atau lingkungan 28,1%. Sedangkan faktor dari orang atau masyarakat (kelompok masyarakat) lain yang jauh cuma menyumbang 2,6% saja. Bahkan tim SAR hanya menyumbang 1,7% saja dalam menyelamatkan korban bencana.

“Survey itu menyadarkan kepada kita semua akan pentingnya menyiapkan masyarakat pada bencana yang tidak diketahui kapan akan terjadi. Itu sebabnya tagline “Siap untuk Selamat” pada kegiatan “Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional” beberapa waktu lalu ini tersebar di seluruh penjuru nusantara, termasuk Kabupaten Garut yang dijuluki sebagai mini marketnya bencana di Indonesia,” ungkapnya.

Mulyono menyatakan, disetiap kegiatan sengaja dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat dengan tujuan agar tumbuh kesadaran bersama pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih dalam upaya mitigasi bencana, apalagi Garut merupakan daerah rawan bencana.

“Untuk itu, peningkatan pengetahuan bagaimana menjaga lingkungan kedepan harus ditunjang skill masyarakat, agar mereka tidak hanya bertumpu dan menunggu bantuan pemerintah,” katanya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI