Dinilai Belum Realisasikan Janjinya, GMNI Tuntut Bupati Mundur

GARUT, (GE).- Dinilai banyak janji politik yang belum terealisasikan, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Garut menuntut mundur Rudy-Helmi.  Aksi para mahasiswa ini digelar di gedung DPRD Garut, Jumat (10/2/2017).

Sebelum mendatangi gedung DPRD, saekelompok mahasiswa ini terlebih menggelar orasi di kawasan Bundaran Simpang yang berlokasi tak jauh dari kompleks Pemkab Garut. Selain berorasi, mereka juga membagikan selebaran berisi tuntunan mundur kepada Rudy-Helmi dari jabatannya.

Abdul Wahid, yang merupakan korlap dalam aksi ini  menyebutkan hingga menjelang berakhirnya jabatan, Rudy dan Helmi belum mampu menempati janji-janji politiknya yang mereka ucapkan saat kampanye dulu.


“Persoalan yang ada di Kabupaten Garut saat ini baik persoalan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur tidak lebih baik dari sebelumnya. Ini menandakan ketidakmampuan Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan tugasnya,” kata Wahid.

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati harus bertanggung jawab dengan tidak terealisasinya janji-janji politik mereka.

“Untuk apa kita pertahankan kalau kinerjanya tidak memuaskan serta tak melaksanakan komitmen berupa janji-janji politik yang sebelumnya mereka ucapkan. Tentunya kami menuntut agar Bupati dan Wakilnya mau bertanggung jawab atas janji dan realisasinya dengan cara mundur dari jabatannya,” tukasnya.

Diungkapkannya, ketidakhadiran Bupati Rudy Gunawan dalam audensi yang telah beberapa kali digelar GMNI, semakin menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Garut yang dipimpin oleh Rudi Gunawan dan Helmi Budiman tidak serius dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Sudah tiga kali kita turun ke jalan untuk mempertanyakan pertanggung jawaban atas janji-janji politik Rudy dan Helmi akan tetapi mereka sama sekali tidak menanggapinya,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI