Diminta Bantuan Jemput Warga Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Dinsos Garut Berkilah tak Ada Anggaran

GARUT, (GE).- Sebanyak 120 warga Garut merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, belum diketahui nasibnya. Namun belakangan ini, 22 orang warga Garut dinyatakan selamat dan sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.

Kini mereka tertahan di Kota Malang setelah diterbangkan dari Palu. Saat ini, mereka masih menunggu penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Sementara itu, Kapolres Garut dan Dandim 0611 Garut siap siaga melakukan penjemputan di Bandara Halim Perdanakusuma. Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna dan Dandim 0611 Garut Letkol Inf. Asyiraf Azis sudag bersiaga di bandara sejak tadi pagi.


Kades Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Asep Haris, menyebut penjemputan langsung dilakukan oleh Kapolres Garut, Dandim 0611/Garut, perwakilan keluarga berserta dirinya. Asep awalnya meminta bantuan kepada Dinas Sosial. Namun tak ada respon untuk menjemput puluhan warga itu.

“Saya sempat bingung harus mencari bantuan ke siapa. Ke Dinas Sosial Kabupaten Garut malah bilang ga ada anggaran untuk penjemputan,” kata Asep, Rabu (3/10/18).

Asep mengaku untung saja ada Kapolres Garut dan Dandim 0611 yang sigap mau membantu. Sehingga proses penjemputan bisa dilakukan.

“Akhirnya saya minta bantuan ke Polres Garut. Alhamdulillah pak Kapolres langsung merespon. Tadi malam langsung berangkat ke Halim,” katanya.

Menurut Asep, selain 22 warga yang akan dijemput, masih ada puluhan warga Garut lainnya yang belum bisa pulang. Total ada sekitar 120 orang warga Garut yang merantau ke Palu.

“Mereka berasal dari Kecamatan Sukaresmi dan Cisurupan. Sekarang lagi nunggu pesawat untuk pulang,” ujarnya.

Keberadaan warga di Palu, lanjutnya, bekerja sebagai buruh bangunan dan berdagang. Mereka sudah berada di Palu berkisar satu sampai dua bulan. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI